Enough
  • WpView
    GELESEN 534
  • WpVote
    Stimmen 67
  • WpPart
    Teile 4
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Jan. 25, 2017
WpInfo
Belletristik
Romantik
"Buat apa gue ngertiin semua ini tapi gaada yang ngerti gue" "Bagian yang mana yang gue gangerti?! Gue yang dirugiin disini" "Lo gaperlu menanti yang lain mengerti. Karna lo punya gue" "Cari yang pasti aja. Lo punya orang lain yang bisa ngerti lo.." "Cinta itu rumit. Kalau lo gakuat kisahnya bisa kaya mereka berempat. Membingungkan, memusingkan, dan gak seharusnya mereka merasa gitu kalau mereka siap." "Seakan bisa melakukan apapun karna cinta. Inget, kalian ga makan cinta. Lakuin hal berguna untuk pasangan kalian. Mencari ga se bercanda itu. Menunggu juga ga se asik itu." "Cinta itu mudah. Lo aja yang bikin segalanya menjadi rumit" "Gausah banyak bacot. Yang penting prakteknya." "Teori mah gampang. Prakteknya tuh susah" "Prakteknya gampang kok, tapi lo aja yang terlalu berlebihan. Kalo lo bisa tampil beda, semuanya bakal jadi beda. That's better" Hope you enjoy my first work, guys!☺️
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Eyes That Never Looked Back I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • SPOILEDBOY
  • GOOD STORY LOVE
  • Where's Home
  • Silent, Please! (Re-up)
  • OBSESSED with your body(END)
  • HE IS MY MINE!
  • Dua Jejak (novel teaser)
  • RAKAALENA
  • Komedi cinta [Tahap Revisi]

DISCLAIMER Cerita ini sepenuhnya fiksi. Tidak ada hubungannya dengan kejadian, individu, atau entitas di dunia nyata, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan belaka dan tidak disengaja. Ling Ling Kwong & Orm Kornnaphat, tentu saja, adalah gadis-gadis yang luar biasa dan tidak seperti karakter yang digambarkan dalam fanfiksi ini. Ingat, ini hanyalah fanfiksi! Selamat membaca! **Semua foto dikreditkan kepada pemiliknya masing-masing. Prolog Pertama kali Ling bertemu Orm, usianya enam tahun. Ia bersembunyi di balik kaki ibunya di sebuah kafe yang ramai, penuh dengan aroma kopi segar yang menyelimuti udara. Itu adalah tempat favorit orang tuanya, meski Ling sendiri jarang memperhatikannya-hingga hari itu tiba. Orm, seorang gadis kecil dengan celemek yang kebesaran, berdiri di belakang meja kasir dengan bertumpu pada ujung jari kakinya, menyusun paket gula dengan penuh konsentrasi. Ia mendongak, menatap mata Ling, lalu tersenyum lebar. "Mau bantu?" tanya Orm, sambil menyodorkan satu paket gula. Ling ragu. Ia belum pernah diajak melakukan hal yang begitu biasa sebelumnya. Tapi nada hangat dalam suara Orm terasa berbeda dari sapaan sopan yang biasa ia dengar. Sejak saat itu, Ling dan Orm tak terpisahkan. Perbedaan di antara mereka tak pernah menjadi masalah. Ling dengan gaun desainer dan mobil antar-jemputnya, sementara Orm dengan pakaian sederhana, selalu beraroma kopi dan roti panggang hangat. Mereka membangun dunia mereka sendiri di dalam kafe kecil itu, berbagi rahasia, impian, dan tawa. Tapi ada hal-hal yang tak pernah terucap. Orm tak pernah memberitahu bahwa jantungnya selalu berdegup kencang setiap kali Ling tersenyum padanya. Dan Ling? Ia tidak menyadari apa pun. Ia percaya bahwa takkan ada yang berubah di antara mereka. Hingga hari saat ia jatuh cinta pada orang lain.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien