Synesthesia

Synesthesia

  • WpView
    Reads 3,744
  • WpVote
    Votes 237
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadComplete Fri, Jul 1, 2016
Tidak seperti kalian, aku bukanlah manusia yang terlahir dari rahim ibu. Tentu saja, aku tidak pernah mempermasalahkannya. Aku diciptakan oleh seorang peneliti hebat dan jenius, serta dibesarkan dan dijaga baik-baik oleh anak laki-laki beliau. Nama panggilan cowok gagah berambut jabrik tersebut Angga, dan ia sudah seperti kakakku sendiri. Walaupun bumi sudah hampir hancur karena ulah seorang berengsek, dan kami sudah mati-matian berjuang untuk menyelamatkannya dari kiamat, Angga tetap protektif dan memelukku saat ketakutan karena kemampuanku sendiri. Betul-betul seperti kakak kandung, bukan? Orang-orang ahli menyebut kemampuanku sebagai Synesthesia, sebuah proses dalam syaraf-syaraf otak. Jadi, perbedaanku dengan kalian hanyalah proses kelahiran dan sebuah kemampuan lebih untuk merasakan huruf, melihat warna dari sebuah tekstur, dan mencicipi bunyi. Tapi sesuai namaku, Amora, aku tetap bisa merasakan cinta kok. highest rank: #47 (23 Maret 2017)
All Rights Reserved
#1
seleksimedacaaurora
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RadenRatih
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • SAPTHI
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • HSM 1: OLYMPIADS [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Love Exchanged (Terbit)
  • Megane-kun [Midorima Shintarou x reader]
  • Bersamamu
  • Antara aku dan dunia

"Emangnya keluarga lo mau nerima lo lagi, hah? Nggak ada yang mau nerima lo lagi, Rat. Jadi, jangan sok deh lo itu. Cuma gue yang mau sama lo." 17+ #1 in general fiction (12/07) #4 in romance LENGKAP! FOLLOW AKUN INI SEBELUM MEMBACA AGAR TIDAK BINGUNG. Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA) Bagi Ratih, dia hanya butuh satu orang saja yang ada untuknya. Begitu pun bagi Raden. Mereka pikir, semua akan baik-baik saja asalkan mereka tetap bersama. Nyatanya, tidak. Apalagi Raden benar-benar mencari uang sendiri, dibuang sang papa, jauh dari sang mama. Emosinya yang masih belum terkontrol. Omongannya yang sering ceplas-ceplos dan menyakiti hati Ratih serta dia yang mudah simpati dengan orang lain yang mempunyai nasib sama seperti dia- menjadikan bumerang bagi dirinya sendiri. [Akan diupdate secepat yang penulis bisa agar cepat tamat] • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines