My Unplanned Husband

My Unplanned Husband

  • WpView
    LECTURES 1,544,682
  • WpVote
    Votes 36,043
  • WpPart
    Chapitres 26
WpMetadataReadTerminé sam., févr. 6, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Takdir tak akan pernah ada yang tau kecuali sang maha kuasa. Ada yang bilang, batas antara cinta dan benci itu setipis rambut yang telah terbelah berkali-kali. Bahkan karena batasnya yang terlalau tipis itu, bisa membuat mereka tertukar atau pun bersatu. Tapi, kita tak bisa memilih kedua rasa itu. Kita harus memilih salah satunya. Mungkin saja dulunya kau memiliki cinta dan kedepannya kau lebih memilih melepaskan sang cinta kemudian meraih kebencian. Tapi bisa juga kau mempertahankan sang cinta, yang entah akan membuatmu hancur atau bahagia. Bahkan kau dulunya yang memiliki kebencian akan melepaskannya dan memupuk cinta didalam hatimu. Kisah ini memang berawal dari kedua rasa itu. Dua orang dengan rasa yang berbeda terpaksa bersatu, dengan harapan dan tujuan yang berbeda.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Tangled Love
  • Sebatas Bayangan (COMPLETED)
  • A Feeling
  • Haruskah Aku Bertahan?
  • Derana Duka (lengkap)
  • Syafilah [ BELUM REVISI ]
  • WEDLOCK [END]
  • Wanita Pengganti
  • Alicia
  • Menelusuri hati

Kedua hati yang menyatu, menyisakan perih di lain hati. Kedua insan yang mencinta, memberi luka pada insan lainnya. Kedua rasa yang mengelilingi, menghapuskan rasa lain di sekitar. Memang selalu ada cobaan, rintangan, hambatan, halangan, di saat dimana rasa itu dibuktikan. Tak perlu menunggu lama untuk memastikan kalau rasa itu nyata, tidak semu, tidak juga pudar.Halangan yang berbeda, memberi kesan lain. Hambatan yang sama, selalu terlewati. Tinggal serumah dengan orang yang disuka memang jalan terbaik, tapi disaat itu juga pasti banyak cobaan yang menghalangi. Merelakan orang yang dicinta pergi juga menyakitkan, tetapi hanya itu jalan satu-satunya. Disaat semua hati memutar pada arah yang salah, akankah pada akhirnya kembali ke arah yang benar?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu