Kupu-Kupu  dan Sang Pemburu

Kupu-Kupu dan Sang Pemburu

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Mar 8, 2016
"Aku adalah kupu-kupu, yang berpindah dari bunga yang satu ke bunga yang lainnya, yang datang hanya untuk menghabiskan nektarnya, kemudian berlalu pada bunga yang lain," ucap sang kupu-kupu. Sang pemburu terbahak, "Dan demikianlah aku, si pemburu yang menangkap sekian banyak kupu-kupu, yang kemudian memasukannya ke dalam stoples, membuat setiap dari kupu-kupu yang masuk tidak dapat terbang sebegitu tingginya dengan bebas selepasnya dari dalam sana." | !!! | - Tidak mengharapkan keuntungan materil dalam bentuk apapun. - Tokoh dalam alur cerita hanyalah fiksi belaka. - Hanya seorang penulis yang amatir, masih belum mahir dalam bidangnya. Genre : General, Romance
All Rights Reserved
#48
general
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Masih Mencintaimu
  • Kupu-kupu & Pelepasan Kesedihan [END]
  • THE CLIMB [Completed]
  • Janji Biru dalam Mawar Biru
  • Silent Heart!
  • TRANSMIGRASI ICE GIRL [END]
  • KAYLA : I DESERVE TO BE LOVED
  • My B̶o̶y̶f̶r̶i̶e̶n̶d̶ Girlfriend [Haikyuu! Genderbend]

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines