The samurai high school

The samurai high school

  • WpView
    Reads 238
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Apr 1, 2016
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
cerita ini berasal dari aeorang pemuda yang di tinggal oleh kedua orang tuanya karena kecelakaan maut
All Rights Reserved
#118
animasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Babysitter, Bung
  • THE DUCHESS OF LANCASTER : A Tale of Two Lives (END/COMPLETED)
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor! (Hiatus)
  • Bukan Sembarang Figuran
  • XAVIER : The Silent Guardian
  • GAIRAH MENANTU BERSERAGAM
  • Stuck Between The Pags
  • AVISENA

"Aku ingin kau menjaga putraku... dan teman-temannya." Naraska mengernyit. Kata-kata itu terasa janggal di telinganya. Di seberang meja kerja, Rajendra C. Lysander duduk tegak, menatapnya lurus sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di permukaan kayu. "Aku tahu ini terdengar aneh," suara Rajendra berat, sarat kelelahan. Di tangannya, selembar kertas bisnis terjepit tanpa benar-benar ia baca. "Tapi aku akan pergi selama tiga bulan untuk perjalanan bisnis. Jadi aku membutuhkan bantuanmu." Naraska menarik napas. "Aku tidak keberatan, Paman. Tapi... mengapa harus aku? Mereka sudah mahasiswa. Bukankah mereka bisa menjaga diri mereka sendiri?" Rajendra terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. Tatapannya beralih ke luar jendela, seolah mencari jawaban pada langit senja di balik kaca. "Putraku dan teman-temannya telah tinggal di rumahku selama 5 bulan," ucapnya pelan. "Mereka tengah bersiap untuk mengikuti pertandingan Battle of the Bosses. Karena mereka meminta cuti, jadwal belajar mereka bersama pengajarnya semakin padat." Naraska menautkan alis. "Kalau begitu, mengapa aku perlu mengawasi mereka? Bukankah guru itu cukup?" Mata Rajendra kembali beralih padanya, kali ini tajam dan penuh arti. "Itulah," katanya singkat. "Yang ku ingin kau awasi"

More details
WpActionLinkContent Guidelines