Hanya Mimpi

Hanya Mimpi

  • WpView
    OKUNANLAR 3
  • WpVote
    Oylar 0
  • WpPart
    Bölümler 1
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Sal, Mar 15, 2016
Sang surya mulai bersinar dan menembus jendela kamar ku dan memaksa aku untuk harus bangun dari tidur ku yang lelap ini, seakan diri ku gak ingin berpaling dari mimpi indah ku semalam. Dan seketika itu juga aku mulai terbangun dan menatap sekeliling ruangan kamar ku dan aku mendapatkan salah satu benda yang udah gak asing bagi ku. "JAM" Ini merupakan hari pertama gue masuk sekolah di tahun ajaran yang baru ini. Dengan langka kaki yang cepat, gue mulai beranjak ke kamar mandi. Karena udah kesiangan gue hanya mencuci muka dan menggosok gigi. Dengan tergesah-gesah keluar dari kamar dan berangkat ke sekolah tanpa pamit dengan orangtua. Sesampainya di depan sekolah, gue gak tunggu lama lagi, langsung berlari dan mendapatkan segerombolan anak seangkatan gue yang akan menuju ke gerbang tersebut. Ajeng : "Eehh lo, ngapain lo disini" ? Tini : "tau nih, anak mana lo" !? Tanpa basa-basi gue langsung menerobos masuk kedalam gerbang sekolah.
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Im not alone
  • I NEED LOVE!!
  • TIREYA
  • HatiKu Hanya Untuk Kakak KelasKu "JJK"
  • Puja Puji Palsu
  • Rasa Cinta Yang Terpendam

semua murid di kelas riuh berbisik-bisik dengan teman sebangku.. tampan, cool, keren berbagai pujian yang aku dengar dari mereka membuat ku menatap menerawang kearah nya... tanpa sengaja dia melihat ke arah ku membuat ku tersentak kaget dan menunduk malu karna terpergok memperhatikannya. "hemm... kamu bisa duduk disana tsubasha-kun" kata sensei Miya mempersilakan duduk setelah menemukan kursi kosong di ujung baris paling belakang dekat pintu belakang kelas , terpisah lumayan jauh dari tempat ku duduk. *NB :setiap kelas memiliki 2 pintu keluar, di depan dan belakang* Kami mengikuti pelajaran dengan serius, bel tanda istirahat pun berbunyi.. seperti biasa murid pindahan baru akan menjadi mangsa buat anak-anak di kelas ini.. dia di kerumuni hampir semua anak perempuan dan laki-laki, pertanyaan demi pertanyaan bertubi-tubi diluncurkan..aku hanya melihat dari kejauhan memandangi dia yang di kerumuni, tak lama haruka menepuk pundak ku mengajak bergabung dengan anak-anak lain.. aku pun menuruti nya namun hanya ikut berbaris mendengarkan pertanyaan dan jawaban yg diluncurkan kearah Key. Jawaban nya masih sama seperti awal perkenalan didepan kelas, begitu singkat dan seadanya.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi