Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Perdonami

Perdonami

  • WpView
    Reads 323
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 17, 2016
Salsa membenci Dinda. Dia tidak pernah membayangkan bagaimana rasanya memiliki seorang adik. Dia tidak ingin membagi apa yang menjadi miliknya pada adiknya kelak. Dia juga tidak suka mengalah. Tapi sesungguhnya, apakah Salsa tahu, bahwa sejak Dinda dilahirkan sampai akhir hayatnya malah Dinda yang selalu mengalah. "Because relationship is not just about girlfriend and boyfriend." Copyright 2016 by Kevin Natasya Firstly. WARNING: Cerita ini menggunakan bahasa yang berbeda dari cerita sebelumnya dan tidak ada unsur menye-menye 'romance' Kalau mencari cerita seperti itu disini, anda salah tempat. Penulisan jauh lebih rapi dari cerita sebelumnya, karena, semakin hari saya semakin belajar dalam hal menulis. Ada kata yang salah? Tanda baca salah? Typo? Harap koreksi pada inline comment agar saya dapat mengeditnya. Terimakasih banyak. Regards, Gavauele.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ASMARALOKA || Love or Reality?
  • balikan nggak nih! {END}
  • Selfish Love [√]
  • Silent Heart!
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Benang Kusut
  • DARA || [young marriage]

"AKU NGGA SALAH! BUNDA SAMA KAKAK YANG SALAH! " Gadis itu berteriak histeris didepan seluruh anggota keluarganya. Dia merasa hancur sehancur-hancurnya. Hatinya bagai disayat ribuan benda tajam. "Kenapa kalian bertingkah seolah-olah aku yang sepenuhnya salah disini?! " Tak peduli dia telah bersimpuh didepan umum sekarang, yang jelas dirinya merasa dikhianati. "Tapi kamu tetap yang salah besar disini, diwaktu saat itu dengan pakaian seperti itu. " Netra gadis itu memerah padam, dia tidak terima dengan perkataan kakaknya. "Kalau ngga tau apa-apa ngga usah sok ngatain orang ... " Dia tidak salah, tetapi diperlakukan seolah yang paling bersalah. Dia tidak jahat, tapi dibuat terlihat yang paling dusta. Dia tidak kotor ... Tetapi telah dikotori oleh orang terkasihnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines