We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Berbeda
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 10, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
L o n g D i s t a n c e R e l i g i o n Sebuah cerita tentang perbedaan yang ada diantara Naufal dan Ara. Ara sama sekali nggak pernah ngebayangin bisa terjebak dalam hubungan bersama Naufal, temannya yang berdarah arab. Begitu juga Naufal. Tidak ada yang percaya hubungan mereka akan bertahan. Oh ya, it's my first story. Hanya fiksi belaka, tidak ada unsur kesengajaan. Maaf apabila terdapat kesamaan nama, kejadian atau apapun. Dan cerita ini murni gk dicopas ~~~~~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Abhita (Completed)
  • Janji Yang Harus Kita Tepati Bersama
  • LABIL
  • TENTANG KITA
  • Percaya (END)
  • Duo Pluto
  • Obsess with you_(Greshan)[END]
  • Perjodohan Tak Diduga

"Ih, Naufal kamu ngeces!" Anak-anak mendadak sibuk mengolok-ngolok Naufal, cowok culun yang duduknya pengen selalu di depannya itu buru-buru ngusap wajah. Kata Mina, sih dia suka caper sama guru makanya mau duduk di depan, sendiri pula tuh. Dan kayaknya terbukti juga. Oh, ya. Penampilannya kali ini sungguh menjijikkan, ada bekas air liur di pipi kanannya. Naufal Si Culun namanya. Yang paling membuatku geram sama Naufal itu karena dia punya hobi aneh dan meresahkan. Cowok itu selalu ngikut aku kemana pun pergi, kata teman-teman, Naufal pengen akrab sama aku. Tapi, ayolah. Siapa yang mau berteman sama anak kayak dia. Jangan kasihan masa Naufal. Polos-polos gitu, dia suka ngusilin aku--seperti sembunyiin pulpen atau mengempesin ban sepedaku. Nggak apa-apa buatku, santai ajah. Toh, saat ketemu dia besoknya, aku nggak segan lagi hajar dia sampe babak belur. Saat itu Naufal pasti memohon-mohon buat diampuni salahnya, tapi besoknya dia malah makin ngelunjak ajah. Makanya jangan kasihan sama muka polos itu--dia sebenarnya bangsat. Aku pengen dia cepat-cepat mati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines