Story cover for  Memories by FirdausiAdiwijaya
Memories
  • WpView
    MGA BUMASA 2,275
  • WpVote
    Mga Boto 198
  • WpPart
    Mga Parte 25
  • WpView
    MGA BUMASA 2,275
  • WpVote
    Mga Boto 198
  • WpPart
    Mga Parte 25
Ongoing, Unang na-publish Mar 10, 2016
Jika hidupku hanya membuatmu terluka..
Masih adakah alasan?
Masih pantaskah? Jika aku berharap untuk bertahan hidup..
Hidupku ini melukaimu..
Namun, Bahkan matiku pun demikian.
Mati dan hidupku melukaimu..
Apakah aku harus berharap agar aku tak pernah dilahirkan?
-- Anggina Lailasari --


Terlambat. Kamu sudah ada dalam hidupku. Menerobos masuk kehatiku.
Jangan pernah berpikir untuk lari dari kenyataan..
Yang aku inginkan hanya Bersamamu..
Apa aku terlalu egois untuk mengharapkan nya?
--Gifran Dizza Anggara Putra--
All Rights Reserved
Sign up to add Memories to your library and receive updates
o
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING] ni moonskyther
10 parte Ongoing
[FOLLOW SEBELUM BACA] CERITA ORIGINAL HANYA ADA DI AKUN : moonskyther, selain itu berarti PLAGIAT. BLURB : Kehidupan selalu memiliki misterinya sendiri, dengan rasa sakit atau dengan rasa bahagia ia menciptakan segelintir karakter manusia. Beberapa manusia mungkin dapat berdamai dengan hidupnya, dengan masa lalunya yang kelam, melanjutkan aktivitas hidup seperti biasa. Namun, itu tidak berlaku untuk manusia yang hidupnya telah tragis bahkan sejak ia masih kecil. Rasanya, hidup bagai badai yang selalu mencekamnya. Ia masih hidup, namun jiwanya telah lama mati. Ia masih berenang, namun jauh di dalam dasar sana ia telah lama tenggelam. Manusia tidak pernah sembuh perihal luka dan trauma. Mereka selamat dari kecelakaan, namun telah sepenuhnya cacat seumur hidup. Tapi sekali lagi, dunia terlalu jahat untuk manusia menjadi lemah. Dunia terlalu jahat untuk manusia yang tidak sedikitpun mempunyai alasan untuk tertawa ditengah telah berdarah-darah hidupnya. Alasan-alasan kecil untuk tetap bertahan hidup, bagai sebuah pondasi untuk pertahanan diri. Semua orang memiliki alasan bertahan hidup yang berbeda, untuk sekedar selalu menikmati segelas es kopi di pagi hari, atau untuk sekedar dapat berkunjung ke tempat yang ingin dinikmati. Hal itu yang selalu terlintas dalam benak seorang Aryan, dengan mimpinya yang selalu ingin melihat indahnya hamparan air danau Como. "Setidaknya sekali dalam hidup, aku ingin membawa diriku, aku ingin memuja mataku untuk melihat keindahan danau Como, itu inginku setidaknya sebelum aku melebur menjadi tanah." - Aryan Bagaskara Adhiwijaya.
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING] cover
[END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER? cover
T I M E cover
Crazy Couple [End] ✔ cover
Memories in Moon cover
When You Love Yourself (Tamat) cover
I Love You √ cover
S U M M E R cover
LANGIT JINGGA (TAMAT) cover
Gone(✔)🔚 cover

US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING]

10 parte Ongoing

[FOLLOW SEBELUM BACA] CERITA ORIGINAL HANYA ADA DI AKUN : moonskyther, selain itu berarti PLAGIAT. BLURB : Kehidupan selalu memiliki misterinya sendiri, dengan rasa sakit atau dengan rasa bahagia ia menciptakan segelintir karakter manusia. Beberapa manusia mungkin dapat berdamai dengan hidupnya, dengan masa lalunya yang kelam, melanjutkan aktivitas hidup seperti biasa. Namun, itu tidak berlaku untuk manusia yang hidupnya telah tragis bahkan sejak ia masih kecil. Rasanya, hidup bagai badai yang selalu mencekamnya. Ia masih hidup, namun jiwanya telah lama mati. Ia masih berenang, namun jauh di dalam dasar sana ia telah lama tenggelam. Manusia tidak pernah sembuh perihal luka dan trauma. Mereka selamat dari kecelakaan, namun telah sepenuhnya cacat seumur hidup. Tapi sekali lagi, dunia terlalu jahat untuk manusia menjadi lemah. Dunia terlalu jahat untuk manusia yang tidak sedikitpun mempunyai alasan untuk tertawa ditengah telah berdarah-darah hidupnya. Alasan-alasan kecil untuk tetap bertahan hidup, bagai sebuah pondasi untuk pertahanan diri. Semua orang memiliki alasan bertahan hidup yang berbeda, untuk sekedar selalu menikmati segelas es kopi di pagi hari, atau untuk sekedar dapat berkunjung ke tempat yang ingin dinikmati. Hal itu yang selalu terlintas dalam benak seorang Aryan, dengan mimpinya yang selalu ingin melihat indahnya hamparan air danau Como. "Setidaknya sekali dalam hidup, aku ingin membawa diriku, aku ingin memuja mataku untuk melihat keindahan danau Como, itu inginku setidaknya sebelum aku melebur menjadi tanah." - Aryan Bagaskara Adhiwijaya.