Story cover for Issues by _mrclla_
Issues
  • WpView
    Reads 1,024
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 22
  • WpView
    Reads 1,024
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 22
Ongoing, First published Mar 10, 2016
Marissa Putri Wulandari
Gadis bertubuh mungil berambut hitam panjang, pintar atau jenius, manis, terlalu ceria, dan super duper hemat alias ngirit. Tapi, siapa yang menyangka gadis mungil itu atau yang sering disapa Icha selalu jatuh di tangan lelaki yang salah? Dalam percintaan, Ia terlalu bodoh untuk segalanya, hingga suatu saat Ia ingin mendedikasikan dirinya untuk tidak terlena dengan rayuan manis gombalnya.

Tapi, lagi-lagi Ia meruntuhkan dedikasinya karena seseorang.

Arsya Putra Praditama
Cowok berbadan tegap dan mejulang tinggi, yang dihiasi mata cokelat, alis tebal dan potongan rambut hitam pendek  yang membuat siapa saja akan tersenyum karena ketampanannya ditambah belum pernah memiliki pacar sejak lahir, hingga beranjak SMA.

Apa jadinya, jika mereka sudah ditakdirkan bersama lewat sepotong kenangan masa lalu?

Dan jika mereka bersama..

Akan kah waktu dua minggu mengenal satu sama lain dapat membangun suatu hubungan yang kokoh?

"Cause we got the kind of love it takes to solve 'em"

"Yeah, I got issues"

"And one of them is how bad I need you"

(Saran, chapter awal emang agak gajelas. Masih amatiran awal2. Tapi kesananya bagus kok bagus, hehe)
All Rights Reserved
Sign up to add Issues to your library and receive updates
or
#924dilan
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
IGNITES (END) cover
MAS SUAMI (END) cover
Quarter Love Crisis cover
DEAR LOVE cover
Suami Satu Semester (SUDAH TERBIT) cover
Rannia√ cover
More Than Senior cover
He Wrote My Name Wrong cover

IGNITES (END)

81 parts Complete

(Tersedia Versi eBook) Mendengar namanya saja sudah membuat Wilona bergidik ngeri, apalagi bertemu dengan sosoknya langsung. Mungkin Lona akan kabur begitu melihat bayangannya saja. Jaglion, si cowok paling sadis 'katanya'. Bukan hanya wajahnya yang terlihat dingin, namun sikapnya juga sama. Wilona berharap tidak akan berurusan dengan cowok itu. Dia tidak ingin atmosfernya bersinggungan dengan Jaglion, meski tanpa sengaja. Namun takdir berkata lain. Hari dimana mereka bertemu adalah hari paling sial bagi Wilona. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮 "Jadi pacar gue atau jadi buronan?" Tawar Jaglion. "Lebih baik gue jadi buronan daripada harus jadi pacar lo!" Tolak Wilona. "Oke," Jaglion tersenyum smrik. "Gue kasih lo dua kesempatan dalam waktu 24 jam." "Dan gue nggak akan gunain kesempatan itu meskipun lo kasih waktu sampe setahun!" "Ingat, Lona, gue nggak kasih kesempatan itu ke orang lain." "Gue harap gue adalah orang lain itu," kukuh gadis itu. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮