We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
"Change Me."

"Change Me."

  • WpView
    Reads 401
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 4, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"Jangan. Hidup ini hanya sebuah kincir ria: Terkadang diatas, terkadang dibawah." "Tapi kau juga tahu bahwa setiap kincir ria pasti berhenti di bagian bawah, bukan?" "Bagian bawah adalah kematian. Jadi ya, aku tahu." "Kau juga tahu bahwa kincir ria berhenti kalau dimatikan manusia itu sendiri kan?" "Aku sedang mencoba menjaga mu dari pikiran-pikiran kelam itu. Jadi jangan banyak protes." *** Ketika seorang perempuan yang ingin belajar cara tersenyum, Samantha, bertemu dengan laki-laki yang benci melihat senyuman, Austin. Tapi mereka memiliki sebuah kesamaan juga: Mereka sama-sama membenci diri dan hidup mereka sendiri. Mereka meminta tolong kepada satu sama lain, sesuatu yang hanya mereka berdua yang bisa melakukannya, sesuatu yang hanya pemikiran mereka yang dapat menciptakannya. Mereka ingin kembali, ingin berubah. "Because some broken hearts are permanent."
All Rights Reserved
#989
depression
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Strong Girl [TELAH TERBIT]
  • Fourple Of Love
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Goodbye Alaska [END]
  • [5] Unforgettable Love
  • Imagination
  • As Time Allows
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines