Diary Konyol Anak Sekolahan

Diary Konyol Anak Sekolahan

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 30, 2017
SMA. Sekolah Menegah Atas. Tingkatan yang katanya adalah masa-masa muda sudah memuncak. Apa kata mereka lah. . Menjadi adik kelas atau kakak kelas tak menyurutkan niat bocah-bocah ingusan kecepatan puber buat unjuk gigi geraham di depan senior-senior menor dengan make up tebal dan alis sudut sembilan puluh derajat alias siku-siku. Cari cogan?tentu saja. Ditemani teman-teman genk yang nyentrik dan semangat berkobar saat bergosip bikin kehidupan saya yang rancu makin rancu lagi. Sebenarnya teman saya itu pinter dan ngga bodo-bodo amat. Tapi karena terbawa arus dan masa warasnya udah dekat sama tanggal kadaluarsa ya wasalam. Dan sialnya saya juga ikutan.. Bukannya ikutan pinter malah ikutan rancu. Sungguh sebuah keajaiban yang membuat saya masih bisa bernafas dan hidup sampai kelas 12.
All Rights Reserved
#231
parody
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • From Diary of Magenta (Complete)
  • K/A
  • GASA [end]
  • Kakak Kelas [COMPLETED]
  • Achilles
  • SOMEDAY ✔
  • RAFFALIQA
  • Troublemaker Boy
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines