No feelings

No feelings

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Mar 11, 2016
Seharusnya semuanya tetap sama. Tak ada yang berbeda. Seharusnya aku dan kamu tetap sama tak berubah seperti sekarang. Seharusnya aku dan kamu masih menjadi kita. Seharusnya kita bersama tak seperti sekarang. Entah bagaimana waktu membuat segalanya berubah. Membuat segalanya seakan salah. Perasaan yang seharusnya ada malah menghilang karna waktu. Atau mungkin karna orang itu sendiri? Membuat perasaan bahagia yang meletup letup berubah menjadi perasaan sedih. Apa harus secepat ini semuanya berubah? Apa memang aku sudah tak pantas lagi untuk seseorang seperti kamu? Atau memang kamu yang tidak pantas untuk seseorang seperti aku? Mungkin memang sudah seharusnya aku membiarkan kamu pergi. Mencari kebahagianmu. Aku adalah kebahagiaanmu dulu atau mungkin tak pernah. Tapi carilah kebahagiaanmu untuk sekarang dan masa depan. Aku rela kamu melepaskan genggaman hangat ini jika memang kamu bahagia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOVE YOURSELF(Hiatus)
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • Let Me Love You Longer
  • My Hope
  • The Loveliest LOVE
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • Regrets of Love
  • Nayara [ TERBIT ]
  • I'm okay (END)

cintailah dirimu terlebih dahulu sebelum mencintai orang lain. 👨‍👩‍👧‍👧💔 Sekarang rumah bukan lagi tempat paling nyaman bagi gadis itu, bukan lagi tempat kepulangan yang paling di tunggu-tunggu. Baginya rumah sekarang tempat paling sepi, tempat paling menyeramkan. Walaupun ada banyak orang di dalamnya. Ia merindukan suasana rumahnya yang dulu. Penuh kedamaian dan keharmonisan dan tidak ada pertengkaran. Selalu ada kasih sayang diantaranya, tapi sekarang rumah menjadi tempat yang paling ia benci. Berlakon menjadi gadis yang tidak tahu apa-apa padahal, banyak yang ingin ia suarakan justru menyiksa. Berpura-pura tuli seakan-akan tidak pernah mendengar apapun tapi, ternyata itu sulit. Pergi, satu kata yang sudah lama terlintas dari dalam pikirannya. Namun, ada beberapa orang yang ingin diselamatkan bukan, bukan beberapa orang, tapi semuanya. Yang ingin ia singkirkan bukan orangnya, tapi permasalahannya. Kepada rumah yang sekarang bukan benar-benar rumah yang layak huni. Bangunan paling bersejarah, yang menyaksikan gadis ini tumbuh dan besar sekuat baja. 👇👇 Ini bukan cerita tentang seorang anak yang selalu di manja dan disayangi oleh orang tuanya tapi ini cerita tentang seorang anak yang selalu diperlakukan berbeda oleh orang tuanya sendiri dan merasa diasingkan. Ini bukan cerita tentang kisah seorang gadis yang bahagia dengan keluarganya tapi ini kisah seorang gadis dengan berbagai macam penderitaan. Cerita ini mengisahkan hidup seorang gadis yang selalu dibenci oleh orang tuanya, teman sekolah, saudaranya dan bahkan orang asing yang tidak mengenalnya. Bagaimana rasanya tanpa kasih sayang orangtua?? Sedih, sakit, dan miris. pesan Author's keluarga besar WATTPAT SEJATI

More details
WpActionLinkContent Guidelines