No feelings

No feelings

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Mar 11, 2016
Seharusnya semuanya tetap sama. Tak ada yang berbeda. Seharusnya aku dan kamu tetap sama tak berubah seperti sekarang. Seharusnya aku dan kamu masih menjadi kita. Seharusnya kita bersama tak seperti sekarang. Entah bagaimana waktu membuat segalanya berubah. Membuat segalanya seakan salah. Perasaan yang seharusnya ada malah menghilang karna waktu. Atau mungkin karna orang itu sendiri? Membuat perasaan bahagia yang meletup letup berubah menjadi perasaan sedih. Apa harus secepat ini semuanya berubah? Apa memang aku sudah tak pantas lagi untuk seseorang seperti kamu? Atau memang kamu yang tidak pantas untuk seseorang seperti aku? Mungkin memang sudah seharusnya aku membiarkan kamu pergi. Mencari kebahagianmu. Aku adalah kebahagiaanmu dulu atau mungkin tak pernah. Tapi carilah kebahagiaanmu untuk sekarang dan masa depan. Aku rela kamu melepaskan genggaman hangat ini jika memang kamu bahagia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bara & Tara
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Between Us : One Heart Two Stories [On Going]
  • Cahaya Dirimu
  • FIZYA
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • My Hope
  • Let Me Love You Longer

Tak pernah terbayangkan sebelumnya bagaimana rasanya jika sebuah ruang hati yang hampa dikunjungi oleh hati lain yang keadaannya pun tak jauh berbeda. Bukan sebuah kesunyian yang terasa, melainkan tentang sebuah usaha untuk saling mengisi dan saling membahagiakan. Tentang sebuah hati yang membuat diriku selalu jatuh cinta hingga kini. Awalnya memang membuatku berpikir, bingung dan berpikir, terus saja seperti itu. Lucu, tidak pernah bisa disangka-sangka. Hingga pada akhirnya kisahku denganmu ini tetap selalu akan tersimpan di dalam ingatanku dengan hangat, selalu hangat dan tetap hangat. Untuk calon pembaca yang pernah tenggelam dalam sebuah harapan, ini kisahku untuk kalian, untukmu, untuk kamu di masa lalu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines