GEJOLAK MASA REMAJA

GEJOLAK MASA REMAJA

  • WpView
    Reads 120
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 30, 2016
Ini adalah cerita pertama yang saya ciptakan. Dibuat saat saya baru menginjak usia 12 tahun. Ketika pertama kalinya saya merasakan jatuh cinta. Rasa dan imajinasi itu saya tuangkan pada kehidupan baru yang saya ciptakan pada secarik kertas putih. Goresan tinta hitam menjadi saksi perjalanan imajinasi yang saya inginkan. Semoga cerita pertama yang saya tulis dapat menghanyutkan para pembaca masuk kedalam kehidupan imajinasi. Tapi jika anda tidak ingin menyesal, jangan dibaca! Tapi jika anda membaca, selamat menyesal! -Kata pepatah- -Penyesalan selalu datang terakhir, tetapi tidak ada penyesalan sebelum melakukan- Jika sudah terlanjur, tolong tambahkan komentar, vote, dan jangan lupa mengikuti saya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ilusi
  • The Boat of Blossoms
  • JINGGA
  • Not Me
  • ATHAYA
  • Kalau Aku Bukan Lagi Temanmu, Siapa Aku?
  • Kisah Klasik Dua Bulan Terakhir
  • what if? (END)
  • Rewrite Our Memories [K-Lit] ✔
  • Sanju Menulis Agar Kita Tak Pernah Usai
Ilusi

Terimakasih untuk sebuah kisah masa lalu yang pahit. Kamu harus tau... Aku sayang sama kamu, banget. Bahkan sebelum sahabat aku mencintai kamu, aku sudah mencintai kamu... Aku pilih kamu, karena aku percaya, kamu bisa jagain aku, nyatanya aku salah. Kamu hanya sebuah ilusi yang aku ciptain, semakin aku menginginkannya berada di kehidupanku, maka, kamu akan semakin menghilang, kamu akan semakin pudar, kamu akan semakin menjauh dan kamu akan semakin tiada... Aku sudah kehilangan sahabatku. Dan karena sebuah cinta semuanya hancur, semuanya telah terbakar menjadi abu yang beterbangan. Sahabat, cinta, harapan, kasih sayang, semua hancur! karena keegoisanku, karena kebodohanku dan karena kamu... Aku benci kamu. Dan, satu hal yang perlu kamu tau... Aku sudah berhenti mencintaimu... Aku mohon dengan sangat, jangan ganggu kehidupanku, lagi. Aku sudah melupakanmu....

More details
WpActionLinkContent Guidelines