Seniors Mysterious

Seniors Mysterious

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 12, 2016
Pukul 05.00 pagi aku bangun dari tidurku aku solat,mandi,sarapan lalu berangkat sekolah,aku pamit dengan ibuku. Sesampainya disekolah aku langsung bertemu dengan teman-temanku. Bel berbunyi itu pertanda masuk ke kelas. Beberapa jam kemudian bel kembali berbunyi itu pertanda istirahat. Aku kekantin bersama temanku aku berbincang-bincang sambil makan,saat selesai makan aku kembali ke kelas,saat aku kembali ke kelas aku melihat sesosok wanita cantik perlahan aku mulai mendekat dengannya,saat mendekat wanita itupun tersenyum kepadaku. Sesampainya di kelas aku langsung bertanya kepada temanku,"put kamu liat gak kakak kelas yang di mading tadi?" Kataku "Yang mana si sa aku dari tadi gak lihat kakak kelas deket mading" "ihhh masa kamu gak tau sih" "yang mana sih sa aku aja dari tadi gak liat apa2" "emm.. yaudah lupakan". BERSAMBUNG.. Tunggu kisah selanjutnya ya..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IGNITES (END)
  • Kisah Yang Tak Berakhir
  • Everything Happens for a Reason
  • Kenangan (TAMAT)
  • East sky first love
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
  • Arsyilazka
  • Bawa Aku Pulang (End)
  • Don't Love for DEVIL'S (HIATUS)

(Tersedia Versi eBook) Mendengar namanya saja sudah membuat Wilona bergidik ngeri, apalagi bertemu dengan sosoknya langsung. Mungkin Lona akan kabur begitu melihat bayangannya saja. Jaglion, si cowok paling sadis 'katanya'. Bukan hanya wajahnya yang terlihat dingin, namun sikapnya juga sama. Wilona berharap tidak akan berurusan dengan cowok itu. Dia tidak ingin atmosfernya bersinggungan dengan Jaglion, meski tanpa sengaja. Namun takdir berkata lain. Hari dimana mereka bertemu adalah hari paling sial bagi Wilona. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮 "Jadi pacar gue atau jadi buronan?" Tawar Jaglion. "Lebih baik gue jadi buronan daripada harus jadi pacar lo!" Tolak Wilona. "Oke," Jaglion tersenyum smrik. "Gue kasih lo dua kesempatan dalam waktu 24 jam." "Dan gue nggak akan gunain kesempatan itu meskipun lo kasih waktu sampe setahun!" "Ingat, Lona, gue nggak kasih kesempatan itu ke orang lain." "Gue harap gue adalah orang lain itu," kukuh gadis itu. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮

More details
WpActionLinkContent Guidelines