Story cover for Double M by dikaap
Double M
  • WpView
    Reads 185,720
  • WpVote
    Votes 4,131
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 185,720
  • WpVote
    Votes 4,131
  • WpPart
    Parts 11
Ongoing, First published Mar 12, 2016
Mature
"Hey,  lo  ngehalangin  jalan  gue,"  sebuah  suara  bazz  menginterupsi  Misha  dari  lamunan  singkatnya.

Misha  menoleh  ke  sumber  suara  lalu  menatapnya  datar,  dia  seorang  remaja  SMA  yang  tampan,  but  tampang  nggak  menjamin  kebaikannya.  Sang  pemuda  itu  tersenyum  manis  padanya  namun  diacuhkannya.

"Cih,"  dengan  sikap  acuh  tak  acuhnya,  Misha  menghiraukan  dan  memilih  meninggalkan  bocah  SMA  itu.

Baru  beberapa  langkah,  Misha  merasakan  ada  yang  mencekal  tangannya.  Dia  menoleh  ke  belakang  dan  mendapati  cowok  gila  itu  tangah  menyeringai  padanya.

"Tangan  gue  mahal  buat  dipegang,"

*

Dia di bawah ku tiga tahun, please dia itu berondong!!
~Aqilla Misha

Aku nggak perduli umur kamu berapa, yang jelas aku sayang kamu!
~Adrian Meshach
All Rights Reserved
Sign up to add Double M to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Goede Ziel (On Going) by eksgtaptri
12 parts Complete Mature
I'm sailing,cross the sea to be near you,to be free,especially free to love you ANASTHASYA ZHEANNE MISSHA AERT VALERI Anak dari seorang pelaut tangguh serta terkenal ketiga se-dunia,Mikael Louis Fernando Aert Valeri. •Cantik •Manis •Imut •Manja •Body goals •Model •Atlet bela diri •Dingin •Galak •Pintar,dan jangan lupa •Tangguh seperti Daddy nya Pertemuannya dengan seorang cowok yang dingin tapi ngeselin kalau udah berada di radius 10m dengan Missha. Nendra Brakarioz Albert,yang ternyata teman masa kecil Ami panggilan untuk Missha dan Iyoz untuk Nendra. "Jangan.sentuh.gue!",3 kata yang bakal Missha katakan kalau ada yang sengaja atau nggak sengaja nyentuh dia. 'Gilakk,cantik tapi galak. Gue suka' dalam hati Nendra. "Gue nggak nyentuh Lo,zheyengg" diselingi dengan kedipan mata manja yang buat semua murid terpesona,tapi nggak buat Missha. Nendra si cowok tengil itu malah cengengesan ketika melihat ekspresi Missha sekarang "Gue buang Lo ke laut,Rioz!!!" kalau ini film,kalian bakal liat ada asap yang keluar dari telinga+hidung Missha,dan tanggapan si tengil? malah melamun ngeliatin wajah Missha yang walupun marah tapi keliatan makin imut dengan pipi yang merah 'Bangke,gue terpesona sama Lo,shaa',lagi-lagi Nendra hanya dapat mendem dalam hati Akankah Missha menyadari bahwa Nendra ada teman masa kecilnya,atau kah orang lain yang menyadarkan Missha saat semua ini telah berakhir? Penasaran? Yukk,kita kepoin rame-rame NB:FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA YA GUYSS
You may also like
Slide 1 of 9
GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT) cover
Hallo, Kak Diandra? cover
Goede Ziel (On Going) cover
Essentialy Love (SELESAI) cover
Love's Serendipity cover
Kisah Klasik Dua Bulan Terakhir cover
Diary Ayra: Cerita Cinta SMA cover
PESAN UNTUK RAYAN cover
Elvina [COMPLETED] cover

GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)

24 parts Complete

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.