Davira Pramudana

Davira Pramudana

  • WpView
    Reads 492
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 23, 2022
Cerita ini aku tulis untuk sekadar mengingatkan diri sendiri ataupun kalian diluar sana bahwa, "Menerima yang baru atau melepaskan yang lama, itu hanya tentang waktu." Menjalani hubungan yang lama, belum tentu akan memiliki akhir indah. Menerima sosok yang barupun tidak juga akan berakhir buruk. Dua takdir seolah sedang bermain dengan perempuan bernama DAVIRA KEANA PRAMUDANA Mana yang akan dia pilih? Cintanya atau pria yang bersamanya sekarang?
All Rights Reserved
#530
wedding
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satu Senja Terlambat
  • Love Enough
  • Northern star
  • Mr Dodol And Ms Cendol
  • Manakala Pemilik Cinta Ridha
  • TUAN, sudahkah kau mencintaiku? [SELESAI]
  • Takdir Manusia (COMPLETED)
  • Terikat Dengan Tuan Muda (TERBIT)
  • WEDLOCK [END]

Di tengah rutinitas kantor yang membosankan, pertemuan tak terduga terjadi antara dua orang yang dulu hanya saling kenal sebatas nama-teman dari teman, tanpa jejak kenangan berarti. Tapi waktu mempermainkan takdir. Mereka kembali dipertemukan, kali ini dalam ruang yang lebih sempit: satu kantor, satu tim, satu dunia kecil yang membuat jarak di masa lalu perlahan menghilang. Seiring hari berganti, obrolan ringan berubah menjadi kebiasaan, tawa jadi penenang, dan diam jadi pengertian. Tanpa sadar, sang lelaki jatuh cinta. Namun hatinya tertahan-bukan karena kurang keberanian, tapi karena realita: perempuan itu telah memiliki seseorang yang menunggunya di altar. Ia mencintainya dalam diam, mendampinginya dalam bayang. Ia hadir dalam setiap senja, berharap waktu bisa mundur, atau setidaknya berhenti sejenak. Tapi hidup tak menunggu, dan pernikahan tetap berjalan. Di satu senja, ia sadar-ia datang terlalu terlambat. Cinta itu bukan miliknya. Dan yang tersisa hanyalah kenangan dari apa yang mungkin bisa jadi, tapi tak pernah benar-benar terjadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines