I'm With You

I'm With You

  • WpView
    Reads 6,098
  • WpVote
    Votes 269
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 2, 2018
Senyuman gadis cantik itu selalu membekas diingatan mereka. Senyuman yang memberikan ketenangan untuk semua orang dan juga manik mata coklat gelap menyiratkan kepedihan pada dirinya. Sekuat apapun ia melangkah maju, maka semakin hebat pula rintangan yang akan ia hadapi sendirian. Ia tidak takut kesendirian, namun yang ia takutkan ialah kekecewaan dan kesedihan. Bagaimana jika semua orang tidak menerima kondisinya ? Bagaimana jika semua orang menatap dirinya sebagai orang aneh ? Tidak. Itu tidak akan terjadi, ia akan berusaha terlihat normal dihadapan mereka. Meskipun sehebat apapun rintangan itu.
All Rights Reserved
#20
arnold
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Rumah Yang Kuciptakan Sendiri
  • Gara Narendra
  • VANIA [SELESAI]
  • AKARA (Ending)
  • ELANG [Open PO]
  • ABLUVION {COMPLETED}
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • AL: Stand Alone [END]
  • Alphabet
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines