We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
sunyi
  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 24, 2016
WpInfo
Poetry
Di tengah dinginnya malam ak masih tetap terjaga mencoba memeluk malam yg amat panjang aku tertegun melihat sebuah beruang besar disudut kamarku di seperti tersenyum padaku matanya mengisyaratkanku bahwa "aku juga merindukanmu" mungkin aku sudah mulai tak waras sebut saja dengan 'gila' YA !!! aku sudah sangat gila sekarang saat ak terdiam .. aku bisa saja menangis tersedu namun sekejap kemudian ak bisa kembali seperti biasa hanya satu kata... aku merindukannya ! hari-hari mulai berganti hingga bulan pun ikut mengiringi namun ternyata bayangmu tak pernah hadir dihariku bayangmu pun tak dapat sekalipun kutemui di semua mimpi malamku kemana ? kemana dirimu berada ? tanpa pesan kau pergi begitu saja meninggalkanku yg saat ini benar-benar membutuhkanmu ?? apakah kita tak akan pernah bertemu lagi ? ataukah hanya angin malam yg akan diam-diam menyapamu dalam kerinduanku ?
All Rights Reserved
#319
missing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • Nuginara [END]
  • Secret Admirer
  • HATI💔 YANG TERPILIH
  • Stranger | Orine
  • Memories in Eleven (TAMAT)
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

"Ada napas yang tertinggal di masa lalu. Larasati hanya perlu mendengarkannya." Larasati selalu merasa asing di dunia yang ia pijak-seperti ia pernah hidup di tempat yang berbeda, pada waktu yang tak bisa dijelaskan. Dalam diamnya, ia menyalakan lilin... dan dari nyala itu, masa lalu mulai berbicara. Suara-suara dari kehidupan sebelumnya datang perlahan: tentang seorang tabib wanita yang merawat bayi dan jiwa manusia, tentang putri seorang Tumenggung yang tak pernah dikenang sejarah, dan tentang lelaki bernama Raka yang jiwanya terasa begitu akrab. Saat ingatan mulai terungkap satu demi satu, Larasati harus memilih: melupakan semuanya... atau mengikuti bisikan yang menuntunnya pulang. Larasati: "Raka, aku merasa ada yang lebih dari sekadar lilin ini. Sepertinya, mereka membawa sesuatu yang lebih dalam... sesuatu dari masa lalu." Raka: "Aku merasakannya juga. Seperti kita pernah terhubung, meski kita tidak tahu bagaimana."

More details
WpActionLinkContent Guidelines