Story cover for DUA CINTA by Monica_Mila
DUA CINTA
  • WpView
    LECTURES 334
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Chapitres 4
  • WpView
    LECTURES 334
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Chapitres 4
En cours d'écriture, Publié initialement mars 14, 2016
Dua saudara kembar, dari lahir sampai usia 6 tahun mereka bersama. Namun kondisi kesehatan si kakak mengalami penurunan. Sehingga orang tua mereka memutuskan untuk menyerahkan si adik untuk diasuh neneknya yang tinggal di kota lain.

Saat menginjak usia 22 tahun, kondisi si kakak semakin memburuk. Walaupun pengobatan terbaik sudah dilakukan, dokter mengatakan waktu hidup si kakak tinggal 6 bulan lagi.

Si kakak merasa berdosa pada adik kembarnya dan meminta orang tua mempertemukan kembali mereka sebelum nafas terakhirnya. Akhirnya pertemuan itu terjadi, dan ada satu permintaan aneh dari si kakak, yaitu melihat si adik menikah dengan pacarnya.

Bagaimana mungkin si adik menikah dengan pacar kakaknya? Walaupun wajah mereka indentik, namun sifat mereka berbeda 180 derajat. Dan bukankah yang dicintai laki-laki itu kakak kembarnya? Tapi mau bagaimana lagi, itulah permintaan terakhir dari kakaknya.

Waktu 6 bulan apakah cukup untuk menumbuhkan rasa cinta di antara keduanya? Apakah itu yang terbaik untuk mereka bertiga?

Selamat membaca :)
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter DUA CINTA à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#952kembar
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Kami yang Berdosa, écrit par Haneaz
55 chapitres Terminé Contenu pour adultes
Arsya merupakan anak asisten rumah tangga dari keluarga Lidya. Saat Arsya berusia 11 tahun, ibunya meninggal. Lidya sudah berjanji bahwa dia akan menjaga Arsya. Namun, kedua anak Lidya-Kevin dan Clara membenci Arsya, karena menganggap Arsya merebut kasih sayang ibu mereka. Saat Arsya dewasa dan cukup matang, ia menikahi Lidya. Kedua anak Lidya-tak terima dan menentang keras keputusan sang ibu. Kakak dan adik itu semakin membenci Arsya. Keduanya selalu berusaha menyingkirkannya dari rumah. Namun, karena suatu kejadian, kebencian Clara terhadap Arsya, perlahan malah berubah menjadi cinta. ________________________ Kevin teriak, "Mama yang keterlaluan! Ma! Orang nggak tahu diri itu lebih muda dari aku, Ma! Apa Mama nggak malu? Selain karena anak pembantu, orang nggak tahu diri ini masih sangat muda, Ma! Beda jauh umurnya sama Mama. Tolong, Ma! Tolong! Sadar! Kalian itu beda jauh umurnya! Nggak pantes. Ini gila, Ma!" Lidya menahan oksigen di dalam tubuh untuk sekian detik. "Memangnya kenapa kami harus malu? Kami bukan pencuri, bukan penjahat, bukan koruptor. Apa ada larangan dalam hukum negara dan agama untuk menikah dengan orang yang berbeda jauh umurnya? "Menikah dengan seorang yang jauh berbeda umur, bukanlah hal yang memalukan, atau pun terlarang, asal keduanya sudah saling dewasa. Arsya sudah dua puluh tahun, sudah dewasa, dan pikirannya juga dewasa," jelas Lidya. Tangannya menunjuk Clara dan Kevin. "Tidak seperti kalian berdua, umur sudah dewasa, tapi tidak pernah berpikir dewasa." Kevin memutar badan, meremas kerah Arsya yang masih duduk, dan memaksanya berdiri. "Lo, dasar anak dari perempuan murahan! Makanya lo bahkan nggak tahu ayah lo itu siapa!" _________________ Cinta mulai tumbuh, ketika sudah terlarang. _________________ Original story by Haneaz. Dilarang plagiat.
Where to, écrit par wedewidey
27 chapitres Terminé Contenu pour adultes
Penting... Untuk kalian baca 'when you' terlebih dahulu.. Okey? 😅 Penting ga penting sih hohohoh || Kenyataannya kau berada di suatu tempat di bawah nadiku. Andai kau menyatu dengan denyutnya maka aku tidak akan segila ini untuk menemukanmu. || Ditinggal mati oleh orang yang dicintainya apalagi ketika dirinya melihat sendiri bagaimana kekasihnya itu bersimbah darah bukanlah sesuatu yang bisa ia lalui bahkan sekalipun dirinya ingin. Kini enam tahun berlalu dan semua orang sudah mendesaknya untuk menikah. Uci semakin merasa terancam ketika satu dari teman dekatnya datang dengan sebuah lamaran yang disambut terlalu baik oleh para keluarga. Mengingat binar bahagia kedua orang tuanya membayangkan dirinya berada dalam sebuah pernikahan akhirnya membuat Uci menyerah setelah serangkaian acara kabur-kaburan. Uci sadar menikah berarti ia akan kehilangan satu pria yang selama ini selalu memberikan waktu, bahu bahkan pelukannya tiap kali Uci terpuruk, menangis dan terjebak dalam kesedihan masa lalu yang selalu menghantuinya. Uci menikah seperti yang semua orang mau tapi pernikahannya sungguh jauh dari yang semua orang janjikan padanya. Pernikahan justru membuat Uci semakin gila. Uci sakit, ia butuh pria yang telah dibuangnya demi keluarga tapi pria itu tidak ada di manapun. Kemudian disinilah Uci dengan rumah tangganya yang hancur pun sama dengan dirinya. Saat ia pikir hidupnya benar-benar tidak bisa diperbaiki lagi, pria itu tiba-tiba saja berada di depan matanya dengan jarak yang sangat dekat, memberikan kembali tawa dalam hidupnya.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
Shadows of Love cover
SAY SARANGHAE cover
Di Antara Kita (END) cover
Jodoh itu, Ketuk Pintu! [TAMAT] cover
Kami yang Berdosa cover
DISA | broken cover
TOXIC LOVE cover
About Raya cover
ALZEA (TERBIT)  cover
Where to cover

Shadows of Love

57 chapitres En cours d'écriture

Ketika kalian mendengar kata "pernikahan", apa yang terlintas dalam benak kalian? Kehidupan yang penuh cinta? Dua insan yang menyatu dalam harmoni? Atau barangkali, cinta sejati yang abadi? Namun, bagaimana jika kenyataannya berbeda? "Mari kita bercerai." Suara itu terdengar tegas, namun ada jejak kelelahan di dalamnya. "Bercerai?" Tanya itu meluncur, disertai kebingungan yang terpancar dari matanya. "Ya. Sudah cukup. Empat tahun kita hidup dalam kebersamaan yang terasa begitu asing." "Tidak." Jawaban itu datang dengan ketegasan yang tak terduga. "Kalau begitu, apa yang kau inginkan dariku?" Tanya itu nyaris seperti sebuah tantangan, dilontarkan dengan nada frustrasi. "Aku hanya pengantin pengganti... Kau tahu itu sejak awal. Tidak ada cinta, hanya kewajiban." Matanya bergetar, mencoba menahan emosi yang hampir tumpah. Pria itu menatapnya tajam, bibirnya menipis seolah sedang menahan sesuatu.