Story cover for Gadis Indigo by Aprisa123
Gadis Indigo
  • WpView
    Reads 705
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 705
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Mar 14, 2016
Seorang gadis cantik,manis,putih,tinggi, mempunyai suatu kelebihan yang tidak semua orang punyai.
Dia mempunyai kelebihan bisa melihat makhluk halus dengan mata telanjang....Dia mendapat kelebihan itu di usianya yang ke 17 tahun. Kelebihan ini di dapat dari omanya....
Gadis cantik ini bernama Rachel Alucard.... Apakah Rachel akan takut pada makhluk halus yang ia bisa lihat????
Bagaimana cara Rachel Alucard untuk mengatasinya rasa ketakutannya????

Mau tau? Mau tau? Ikuti kisahnya di cerita Gadis bermata merah...
All Rights Reserved
Sign up to add Gadis Indigo to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Alexandra's Memories by Dheyamela
82 parts Ongoing
Book 1 : Ursa Minor [Completed on 23-02-19] Book 2 : Ursa Mayor [Completed on 13-08-20] Book 3 (Final Book) : Nut, The One Who Holds a Thousand Souls [On Going] Cana Berly Alexandra dikenal sebagai gadis cerdas dengan kepribadian hangat dan ceria. Ia selalu memberikan energi positif kepada siapa pun yang ada di sekitarnya. Namun, tiba-tiba hidupnya jungkir balik. Ia mengalami kecelakaan yang membuat matanya tak lagi bisa melihat. Ia berhenti sekolah selama beberapa bulan. Hingga akhirnya, ia mendapatkan donor mata dari orang yang tidak ia kenal. Cana memulai hidup barunya di sekolah baru. Ia pikir, hidupnya akan seindah dulu. Nyatanya tidak. Ia selalu dihantui mimpi buruk yang tak kunjung usai. Cana berubah menjadi gadis yang sangat tertutup. Terutama, ia merasa kenangannya sering bertubrukan dengan kenangan orang lain. Entah siapa. Cana bertemu Cakrawala Alam, laki-laki super menyebalkan yang selalu ingin tahu dan sok tahu. Suatu hari, Cana melihat seorang gadis kecil berbaju merah muda dengan banyak bercak darah di bajunya yang compang-camping. Wajahnya penuh darah, tangan kanannya terpotong, rambut dan matanya hilang, kulit kepalanya terbuka menampilkan tulang tengkoraknya. Gadis itu tumbang di samping Alam. Sejak saat itu, Cana meragukan Alam. 17+. Campuran antara unsur teenfict, mystery, thriller, horror, mengandung unsur kekerasan. Jadi bijaklah sebelum membaca :) Stop plagiarism! Be original! Ditulis mulai 3 Juni 2018 Rank : #1 kategori Mystery, 10/1/19 #1 kategori Thriller, 10/1/19
You may also like
Slide 1 of 10
Two Rebels, One Love cover
Alexandra's Memories cover
Red Flag! cover
Rebel's cover
Could you be a home for me? [TAMAT] cover
Everything cover
THE KING D. || END cover
Sunyi tak terlihat  cover
Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE] cover
Enemies in Flames  cover

Two Rebels, One Love

44 parts Ongoing

Menjadi murid baru di Elysia School bukan masalah besar bagi Gista Fallencia gadis bad girl dengan aura berani dan percaya diri. Dengan motor sport hijau-hitamnya, ia melaju ke sekolah dengan kepala tegak, siap menghadapi siapa pun yang mencoba menantangnya. Tapi satu hal yang tidak ia duga... Di sekolah ini, ada satu nama yang tidak boleh dilawan. Rakha Daniswara. Ketua geng motor Xavior, cowok yang dikenal dingin, berbahaya, dan ditakuti seantero sekolah. Tatapan matanya tajam seperti pisau, auranya gelap seperti malam tanpa bintang. Semua orang menghindarinya kecuali Gista. Sejak pertama kali masuk kelas, ia sudah mendapat 'kehormatan' duduk di sebelah Rakha. Namun, bukannya takut, Gista justru menantang cowok itu dengan sikapnya yang blak-blakan dan tak kenal takut. Dan itulah awal dari segalanya. Dua kepala batu saling berbenturan. Perdebatan panas, tatapan dingin, dan perang dingin di dalam kelas menjadi makanan sehari-hari mereka. Tapi di balik semua itu, ada sesuatu yang perlahan tumbuh sesuatu yang tidak mereka sadari. Sampai akhirnya, tanpa bisa dicegah... Gista menjadi satu-satunya yang bisa menembus tembok es Rakha Daniswara. Dan Rakha... sadar bahwa sejak awal, hanya Gista yang mampu mengguncang dunianya. Tapi bisakah kisah ini berakhir bahagia? Karena dalam dunia Rakha Daniswara, tidak ada yang benar-benar aman.