Story cover for Rain Affair by rezaanggun
Rain Affair
  • WpView
    LECTURES 7,891
  • WpVote
    Votes 306
  • WpPart
    Chapitres 32
  • WpView
    LECTURES 7,891
  • WpVote
    Votes 306
  • WpPart
    Chapitres 32
En cours d'écriture, Publié initialement mars 14, 2016
"Gue bingung, sometimes I feel like we are friends. Sometimes I feel like we are more then friends. And sometimes I feel like I have never know you at all." Ara menarik nafasnya dalam-dalam. Sebelum kembali melanjutkan "gue capek Val! gue capek jadi bahan bercandaan lo! gue bukan bahan pelampiasan yang bisa lo mainin kapan aja lo mau!"

"Ra-" 

"Please, " ucap Eval lagi sambil memegang wajah Ara agar ia dapat melihat wajah yang di penuhi air mata itu. "Gue tau gue brengsek, tapi nggak selamanya gue jadi orang brengsek Ra, sekarang, gue butuh kesempatan kedua. Gue butuh kepercayaan lo lagi. Apa lo bisa percaya lagi sama gue?"

"apa lo pernah denger "saat ada seseorang yang benar-benar mencintaimu, cintailah ia kembali pada saat itu juga. Karena tak selamanya rasa itu abadi, rasa itu bisa terurai kapan saja. Dan jangan menyesal jika kau ingin membalas cintanya, rasa itu telah hilang karena rasa itu akan memudar seiring kekecewaan yang datang secara bersamaan." itu yang gue rasain sekarang Val. Rasa sayang gue ke lo itu udah ngga ada! Semuanya udah mati! Dan lo yang bikin semuanya mati!"
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Rain Affair à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Stay (Away), écrit par hazelaice
64 chapitres Terminé
⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b
I AM YOU [NEW VERSION], écrit par Onyour_ly1
20 chapitres Terminé
"ALVANO DANENDRA!" Ucap Reza Bugh Bugh Bugh Reza memukuli Vano "Lo itu laki-laki gak seharusnya Lo kasar sama cwe !" Ucap Reza "Reza kamu apa-apaan sih?! Van kamu gak papa?" Tanya Aira ia membantu vano bangun "Gue gak papa kok Lo tenang aja" ucap vano pada Aira "Tapi muka Lo memar Van" ucap Aira khawatir "Muka Lo juga memar Ra itu juga disudut bibir Lo luka" ucap Vano Reza yang mendengar itu lantas menangkup kedua pipi Aira dengan tangannya dan benar saja wajah Aira memar dan ada luka disudut bibirnya "Kamu kenapa Ra kok bisa kek gini?" Tanya Reza dengan raut khawatir "Ditampar sama cewe yang Lo bela tadi" jawab vano "Bener Ra?" Tanya Reza "Kamu gak percaya? Kalau itu yang kamu mau yaudah anggap aja iya bukan mereka yang nampar aku" ucap Aira dia melepaskan tangan Reza dari wajahnya "Chika, Bunga kenapa kalian nampar Aira?"tanya Reza "Aira yang mulai za,dia bilang gue cewe gak tau diri dan dia bilang kalau Chika itu cewe murahan" jawab bunga "Bener gitu Ra" tanya Reza pada Aira "Gak semuanya benar" jawab Aira singkat "Kamu kenapa sih Ra? bunga sama Chika gak serendahan itu!" Tegas reza "Bangsattt!" Umpat vano dia sudah maju untuk memukul Reza tapi Aira menahannya "Iya za mereka emang gak serendahan itu tapi mereka bener-bener lebih rendah dari jalang sekalipun" ucap Aira Plak Satu tamparan dari Reza mampu membuat Aira kembali kesakitan "Jaga ucapan kamu Ra! Kamu perempuan harusnya kamu tau tata Krama dalam berbicara" ucap Reza Vano benar-benar ingin memukul Reza tapi lagi-lagi di halangi Aira "Kamu berani bentak dan nampar aku demi mereka za? Aku rasa aku udah tau keputusan yang terbaik buat kita. Sekarang jangan pernah ganggu gue lagi diantara Lo sama gue kita gak ada hubungan apapun lagi! " Tegas Aira sebelum dia kehilangan kesadarannya pindah lapak yah, di akun aku yang dulu udah gak bisa karna lupa kata sandinya, jadi aku bakal up di sini dengan judul yang sama tapi versi baru,semoga suka
BarraKilla, écrit par novaadhita
64 chapitres Terminé
LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!
HTS (Hubungan Tentang Status), écrit par Dilandita
28 chapitres Terminé
"Lo percaya hubungan tanpa status nggak?" Ara menatap Ale dengan heran, "Kenapa tiba-tiba lo nanya begitu?" "Gue pengen tau aja pendapat lo." "Kalau gue rasa sih nggak bakal ada manusia yang mau menjalani hubungan tanpa status. Kalaupun awalnya dia nerima, pasti lama kelamaan dia bakal nuntut sebuah kata yang disebut 'status' itu sendiri." Ale hanya mangut-mangut mendengar jawaban Ara. Lalu, sebuah ide muncul dikepalanya. "Kita coba yuk?" "Coba apaan?" Tanya Ara heran. "Coba HTS-an." "Nope, lo gila ya?" "Lo takut ya Ra?" Tantang Ale. "Siapa bilang gue takut? Gue cuma males ngikutin permainan gila lo itu." "Ayolah Ra. Lagian ini efektif." "Efektif apaan?" "Efektif menjauhkan makhluk-makhluk yang bernama cewek dari pandangan gue." "Lah gue kan cewek?" "Kecuali lo, Kiara Nabila." Ujar Ale. "Lagian ada keuntungannya buat lo." "Apa keuntungannya?" "Lo nggak perlu ngelabrak lagi cewek-cewek yang ada hati sama gue." "Deal." Ucap Ara tanpa pikir panjang. Begitulah 'permainan' itu dimulai. Tetapi mereka lupa, siapa yang bermain api maka harus siap juga untuk terbakar. Yeaaaaay.. Cerita kedua dimulaaaaiiiiiii.. Kali ini ada Ara dan Ale, si duo bersahabat yang bertolak belakang sedang memulai cerita mereka. Mari dibaca, comment, dan vote yaaa.. Salam Sayang, Dilandita Note: Jangan menambah dosa dengan mengcopy paste dan meremake hasil karya penulis. Cover diambil dari Pinterest, jadi jika ada kesamaan dalam cover mohon dimaafkan, namanya juga dunia maya. Terima kasih.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
Stay (Away) cover
I AM YOU [NEW VERSION] cover
NALA 2: The Storm We Called Love cover
Bersamamu cover
dimana janji tersebut cover
Because I'm Stupid (End) cover
CAHYA UNTUK MENTARI cover
BarraKilla cover
HTS (Hubungan Tentang Status) cover

Stay (Away)

64 chapitres Terminé

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b