Rain Affair

Rain Affair

  • WpView
    MGA BUMASA 7,891
  • WpVote
    Mga Boto 306
  • WpPart
    Mga Parte 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, May 13, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Gue bingung, sometimes I feel like we are friends. Sometimes I feel like we are more then friends. And sometimes I feel like I have never know you at all." Ara menarik nafasnya dalam-dalam. Sebelum kembali melanjutkan "gue capek Val! gue capek jadi bahan bercandaan lo! gue bukan bahan pelampiasan yang bisa lo mainin kapan aja lo mau!" "Ra-" "Please, " ucap Eval lagi sambil memegang wajah Ara agar ia dapat melihat wajah yang di penuhi air mata itu. "Gue tau gue brengsek, tapi nggak selamanya gue jadi orang brengsek Ra, sekarang, gue butuh kesempatan kedua. Gue butuh kepercayaan lo lagi. Apa lo bisa percaya lagi sama gue?" "apa lo pernah denger "saat ada seseorang yang benar-benar mencintaimu, cintailah ia kembali pada saat itu juga. Karena tak selamanya rasa itu abadi, rasa itu bisa terurai kapan saja. Dan jangan menyesal jika kau ingin membalas cintanya, rasa itu telah hilang karena rasa itu akan memudar seiring kekecewaan yang datang secara bersamaan." itu yang gue rasain sekarang Val. Rasa sayang gue ke lo itu udah ngga ada! Semuanya udah mati! Dan lo yang bikin semuanya mati!"
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • ALSTARAN [END]
  • RadenRatih
  • STUCK
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • Melody Arthadiesa
  • World Of Magic [2]
  • Strong Girl Michella (END)
  • The Storm We Called Love

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman