Can I Trust You?

Can I Trust You?

  • WpView
    LECTURAS 3,474
  • WpVote
    Votos 378
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, may 17, 2020
"Haruskah aku menunjukkannya? Haruskah kau baru mempercayai sesuatu jika itu dapat kau lihat? Lalu bagaimana dengan harapan? Kau tak bisa melihatnya tapi kau bisa mempercayainya." Suara bariton khas seorang pria telah dewasa melesak dan menembus kesunyian malam yang pekat, mengucapkan kalimat demi kalimat dengan nada yang memancarkan kepedihan. "Bukan seperti itu..." Wanita dengan manik mata berwarna biru laut yang terkena hamparan sinar matahari menatap pria itu sendu, perasaannya menyetujui namun pikirannya menuntut bukti. Pikirannya tenggelam di dalam keheningan dan masuk ke bagian dalam dirinya, memecah sesuatu yang tak bisa ia ucapkan. Wanita itu berhenti tidak melanjutkan kalimat sampai menimbulkan rasa penasaran membuncah, membiarkan pria itu bertanya-tanya.
Todos los derechos reservados
#2
henley
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Bed Mate
  • 'cause this one means forever [COMPLETED]
  • MAID IN LOVE - BECKFREEN [SELESAI]
  • RUANG KINANTI
  • Falling for You
  • Boleh Aku Gandeng Tanganmu Nanti?
  • BEAUTIFUL MISTAKE
  •  BOSS ~
Bed Mate

Andai yang mabuk-mabukan di barnya bukan Aruna, Mario tidak akan peduli. Namun karena yang berada di depannya adalah mantan tunangan dari sahabatnya, mau tak mau Mario akhirnya memutuskan untuk menemani. Niatnya tak lebih dari itu, tapi siapa yang menyangka bahwa pada akhirnya mereka tidak selesai di sana. Semesta seakan ingin bermain-main, mempertemukan mereka lagi dan lagi. Hingga akhirnya sebuah hubungan mereka punya walau hanya sekadar teman ranjang saja. Aruna memang sudah gila, di saat Mario berusaha menjaga diri untuk tidak berbuat sesuai keinginannya, Aruna malah justru menawarkan diri. Bikin Mario frustrasi. Bagaimanapun Mario menghargai Aruna sebagai mantan tunangan dari sahabatnya. Ia juga sadar bahwa Aruna tidak seperti wanita yang hampir setiap malam menemaninya di ranjang, tapi menolak Aruna cukup berat juga Mario lakukan. Tak munafik, Aruna memang menarik. Rasanya sayang jika harus disia-siakan. Maka, dengan banyak pertimbangan Mario akhirnya menerima tawaran Aruna untuk bersenang-senang. Dengan syarat .. Dilarang jatuh cinta. Bisakah mereka?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido