Can I Trust You?

Can I Trust You?

  • WpView
    Membaca 3,489
  • WpVote
    Vote 378
  • WpPart
    Bab 14
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mei 17, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Haruskah aku menunjukkannya? Haruskah kau baru mempercayai sesuatu jika itu dapat kau lihat? Lalu bagaimana dengan harapan? Kau tak bisa melihatnya tapi kau bisa mempercayainya." Suara bariton khas seorang pria telah dewasa melesak dan menembus kesunyian malam yang pekat, mengucapkan kalimat demi kalimat dengan nada yang memancarkan kepedihan. "Bukan seperti itu..." Wanita dengan manik mata berwarna biru laut yang terkena hamparan sinar matahari menatap pria itu sendu, perasaannya menyetujui namun pikirannya menuntut bukti. Pikirannya tenggelam di dalam keheningan dan masuk ke bagian dalam dirinya, memecah sesuatu yang tak bisa ia ucapkan. Wanita itu berhenti tidak melanjutkan kalimat sampai menimbulkan rasa penasaran membuncah, membiarkan pria itu bertanya-tanya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#3
georgie
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Impossible Wish
  • Complicated | Halilintar x Reader
  • MAID IN LOVE - BECKFREEN [SELESAI]
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Esa Noche [COMPLETE]
  • Bed Mate
  • Boleh Aku Gandeng Tanganmu Nanti?
  • 'cause this one means forever [COMPLETED]

"Shit, mata gue salah. Jelas itu bukan dia! ia janji ga bakal bohong lagi! Enggak! Ini pasti cuma mirip" ucap seorang gadis bermata biru berambut panjang dengan air mata yang tak terbendung lagi. Sambil terus menyakinkan dirinya bahwa apa yang dilihatnya hanya halusinasi belaka. "You know? Terkadang bukan karena kebohongan kita membenci sesesorang, tapi karena sedih menerima kenyataan bahwa ia tak bisa lagi kita percaya" ucap seorang laki laki dengan nada dingin nya yang khas. Entah dari mana dia datang aku tidak tahu. Badanku kaku, lidah ku kelu dan kepalaku rasanya berat untuk menoleh. Dia langsung menarikku ke dalam pelukannya. Aku merasa menjadi orang yang sangat tidak berdaya sekarang. Bagaimana bisa orang itu dengan mudahnya memporak porandakan hidupku dalam satu kedipan mata? "Kemarin dia buat gue ngerasa begitu istimewa. Tapi sekarang, dia bikin gue ngerasa sama sekali gak diinginkan?" Ujar gadis bermata biru itu dengan berlinang air mata. "Gak selalu yang menurut lo itu baik adalah baik. Dan gak semua yang meurut lo itu buruk akan selalu buruk" Mendengar hal itu, gadis bermata biru itu hanya dapat menumpahkan kesedihannya dan air matanya di dada bidang pria itu.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan