Vendela

Vendela

  • WpView
    Reads 27,850
  • WpVote
    Votes 3,543
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 29, 2019
[BUKU PERTAMA DARI SERI VENDELA] [ON GOING] "Aku menjadi anak tercerdas di dunia." Bagaimanakah kesan pertama kalian terhadap gelarku ini? Mungkin sebagian dari kalian ada yang bertepuk tangan mengucapkan "Hebat!", atau bahkan kalian mengira aku orang yang tidak waras dengan menebarkan kebohongan di mata publik. Mungkin beberapa diantara kalian masih tidak percaya dan bertanya-tanya bagaimana aku bisa mendapatkan gelar istimewa seperti itu? Kalian juga akan berpikir kalau hari-hariku akan sangat menyenangkan dengan gelar dan ucapan sanjungan dari orang-orang. Nyatanya sama sekali tidak. Gelar inilah yang sebenarnya mengantarkan diriku menuju gerbang neraka yang dipenuhi kesesatan dan kepedihan. Kematian dimana-mana, bahkan nyawaku sendiri benar-benar terancam. Kalau kalian berpikir mendapatkan beasiswa kuliah gratis di luar negeri adalah suatu keistimewaan yang luar biasa, namun bagiku itu hanyalah tiket menuju kematian! "Jadi yang paling pintar tidaklah mudah dan menyenangkan." -Vendela.
All Rights Reserved
#489
wiaindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Atas Nama Yang Maha
  • The Heart of a Beast (COMPLETED)
  • Takdir
  • ALVIN (On Going)
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Badgirl Vs Ketos(ongoing)
  • ALEYA~~
  • CLASS F
  • The Diary From Dead [COMPLETED✓]

Menjadi anak sholeh lagi cerdas, taat beragama dan taat kepada orangtua lalu menjadi kebanggaan keluarga, tentu saja menjadi do'a dan harapan setiap ayah dan bunda untuk anaknya. Aku bukanlah seseorang yang dibanggakan keluarga. Meski aku yakin, tak ada orangtua yang mengharapkan hal buruk terjadi pada anaknya. Nilai akademisku tak sebagus ketiga adikku, aku harus berusaha keras belajar ketika ujian. Tak seperti adik-adikku yang cerdas. Bahkan aku pernah tak naik kelas karna aku dianggap tidak cukup mampu mengejar ketertinggalanku. "Pergi dari sini, dasar kau anak bodoh, tak bisa jadi kebanggaan, papa!!" "Papa, tolong jangan berkata seperti itu, dia anak kita!" "Anak yang iQ nya jongkok begini?" "Astagfirullahhh....!" Diusir dari rumah karna suatu hal yang seharusnya bukan salahku tapi kehendak Allah. Seperti tak ada rasa cinta padahal aku darah dagingnya. Meski begitu ada pesan cinta yang terselip dari Allah untukku karnanya. Dari situlah hidupku dimulai, dari situlah aku lebih mengenal dan dekat denganNya termasuk menemukan kesejatian rasa terhadap dia, Atas Nama Yang Maha.

More details
WpActionLinkContent Guidelines