dulu tak sesepi ini saat aku bersamamu namun entah kenapa rasanya sekarang aku begitu rindu berada dalam dekapanmu sahabat. ya. sahabat. kupikir lebih dari sahabat, tapi tidak saat kau tak menyetujuinya jika hubungan kita lebih dari sahabat. kurang sakit apa lagi aku ini? yang hanya bisa mencintai dalam diam? yang hanya bisa mendengar curhatan tentangnya setiap hari, tentang dia. orang yang sangat kau cinta, sampai tak sadar bahwa disini ada aku yang selalu menunggu dan berharap belas kasih mu untuk memberi setitik cahaya dan sebuah harapan untukku, namun batinmu begitu beku dan kaku untuk menerimaku, seakan kau sengaja tak mau tau jika aku mencinta. Kau malah memilihnya, kau malah mengaguminya, kau memujinya dihadapanku, dan apa yang bisa kulakukan jika bukan tersenyum? tersenyum miris tepatnya. entah bagaimana kehidupanku selanjutnya jika aku harus kehilangan orang sepertimu....
Aku ingin kamu menjadi yang terakhir
Karena semuanya tidak ada yang sedalam kamu, mungkin kamu adalah patah hati terhebat dalam sejarah hidupku
Kamu dengan semua kenangan mu
masih ada disini dan itu selamanya.