Letting Go

Letting Go

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Feb 26, 2020
Berpusat pada kisah seorang gadis yang berusaha "merelakan" tapi akhirnya tidak bisa. Yak, karangan lainnya yang dibuat karena tugas Bahasa Indonesia :D Tapi saya akui, saya sangat menikmati proses pembuatan karangan ini. Terinspirasi dari sebuah benda, sebuah mata pelajaran, dan "seseorang". Selamat membaca ( •w•)ノ ...dan saya juga ingin meminta maaf. Setelah membaca, Anda mungkin akan tahu kenapa :D
All Rights Reserved
#299
original
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • Ordinary Days Senior High School
  • Trust Me
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • My Ice Prince
  • END OF THE ROAD
  • The First, Not the Last
  • Sekelebat kisah DIRIKU ( REVISION)

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia, gadis dengan senyum selebar cakrawala, yang tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines