YONG JUN HYUNG (part 1-13.End)

YONG JUN HYUNG (part 1-13.End)

  • WpView
    Reads 904
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 23, 2016
"Hyo Jin-Ssie?, Gwaenjanha??!", Tanya Gi Kwang Oppa cukup keras sehingga membuat Oppa-ku dan Sekretaris Nam menoleh. Gi Kwang Oppa meletakan lengannya di belakang punggungku, sehingga tubuhku berada sangat dekat dengan Gi kwang Oppa. Aku memang hampir terjatuh untuk itulah mengapa Gi kwang Oppa menahan tubuhku. Lalu mataku tidak sengaja melihat Jun Hyung Oppa-ku menatapku dengan pandangan cukup khawatir!, Hah?????. Apakah harus terjadi sesuatu terlebih dahulu kepadaku, supaya Jun Hyung Oppa melihatku. Aku yang merasa dilihat oleh Jun Hyung Oppa, pura-pura mengacuhkannya, "Gwaenjanha!", jawabku sedikit angkuh. "Aku hanya sedikit merasa lapar", kataku dengan nada datar. "Apakah saya perlu mencarikan Restoran terdekat?". "Andwee. Aku harus bertemu Appa dulu". Dan aku lihat Jun Hyung Oppa kembali berjalan seperti tadi. Oke!, aku tau aturan mainnya!. Kau mengacuhkanku Oppa, Ya!, Yong Jun Hyung!, aku juga bisa melakukannya!, aku akan benar-benar mengacuhkanmu juga, itu yang kau mau!?, kau boleh saja tidak melihatku sama sekali seperti tadi. Silahkan saja!, kau boleh saja menganggap aku bukan seseorang Yeoja, seperti dua tahun yang lalu!. Arraseo!, kataku dalam hati dengan penuh amarah. Aku juga bisa melakukannya!. Melupakan kejadian dua tahun yang lalu di kamarku di Cheongdam-dong's House!, Oke, Arrasseo!!!. Arrasseoyeo Yong Jun Hyung!. Aku akan menghapus ingatan itu!. Akan aku hapus!.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TENTANG SEPASANG
  • "RUMORS"
  • Saranghanda Mrs. Ramen
  • Weird Secretary & Crazy Boss (END)
  • Sweet Psychopath -Kim seokjin (TAHAP REVISI)
  • Males, ribet.
  • Aksara Lingga
  • Criminal (readers×Lookism)
  • MEISYA
  • GRIZLEN {On Going}

(SELESAI) "Lo itu rumah gue, mau gimanapun keadaannya, gue akan kembali ke lo dan seperti janji yang kita buat, jangan sampai ada kata putus diantara kita." Tadinya gue berpikir begitu, tentang hubungan gue dan Mirah, tapi sepertinya nggak akan semudah itu untuk kembali padanya dan menjadikannya sebuah rumah bagi gue. - Juna "Pulanglah ke gue setiap kali lo merasa dunia luar terlalu kejam ke lo. Gue berharap tujuh tahun yang kita lewati bisa jadi pondasi untuk hubungan kita selanjutnya." Nyatanya lo yang kejam ke gue dan gue nggak tau sanggup jadi rumah lo lagi atau nggak. - Mirah "Bagi gue mencintai lo dari jauh sudah lebih dari cukup, bagaimanapun itu juga cinta tetap cinta, kan?" awalnya gue pikir begitu, gue ikhlas dan rela menatap lo dari jauh, nyatanya setelah bertemu dengan lo dari dekat dan mengenal lo lebih jauh, sekedar melihat dari jauh nggak cukup untuk gue. - Diran "Gue nggak pernah percaya soal cinta pada pandangan pertama, karena gue pernah bertahan bertahun-tahun dengan seseorang, nyatanya dia pergi juga dari gue bahkan setelah gue memberikan segalanya untuknya. Nggak ada jaminan apapun dalam membangun sebuah hubungan." tapi setelah bertemu dengan dia, gue malah jatuh cinta pada pandangan pertama. - Iris "Lo itu menyebalkan, baru kali ini gue ketemu manusia yang gengsinya kebangetan kayak lo, keras kepala dan pengin menang sendiri, namun anehnya gue nggak membenci lo, gue malah jatuh cinta dan ingin menjaga lo seterusnya." harusnya gue bilang begitu langsung ke lo, nyatanya kalimat barusan hanya bisa gue ucapkan di dalam hati. - Nares "Tugas seorang adik adalah mendukung setiap keputusan yang dibuat oleh kakaknya, maka gue pun akan mendukung apapun yang lo inginkan, termasuk jika lo ingin bersamanya, karena gue adik lo." seandainya perasaan gue seikhlas dan selegowo itu untuk menerima keadaan serta kenyataan yang dibuat Tuhan untuk kita, gue nggak akan menangis di tengah hujan salju seperti ini. - Aruna

More details
WpActionLinkContent Guidelines