Bintang Senja

Bintang Senja

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 17, 2016
Hanya garam yang bisa memahami asin pada dirinya, ketika lainnya tak kunjung kumengerti. Begitu pula meteran yang dapat mengukur panjang, namun tak mampu mengira pengembaraan fantasiku, tentangmu. Menatap langit di hamparan pasir pantai kala itu, membiarkan kenangan kasih dalam genggam tak sampai, bertengger di jiwaku. Lelakiku, andai namaku tak terganti ... Sudah pasti aku lebih leluasa melukismu pada akar puisi ini, sebagai tanda bahwa jiwa kita pernah menjadi penghuni peti imaji. Namun, bintang senja telah menutup mimpi. Akhirnya, hanya sanggup kutulis sebait curahan hati yang tengah menggulung sepi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAK SEINDAH JINGGA
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Mahligai Sunyi
  •  Mengikhlaskanmu Di Ujung Senja (PROSES REVISI)
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Ketika Tulisan bercerita?

Kamu sama persis dengan matahari di kala senja. Keindahan yang tidak akan bosan untuk di nikmati. Aku terlalu larut dengan keindahannya hingga melupakan jika matahari akan sulit untuk di gapai, bahkan jika aku bisa, maka aku akan kesakitan karena panasnya. Tidak, aku tidak sedang menyalahkanmu. Hanya saja, aku kurang suka dengan konteks alam semesta yang menjauhkanku darimu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines