We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Beautiful Nerd

Beautiful Nerd

  • WpView
    Reads 10,873
  • WpVote
    Votes 364
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 28, 2016
WpInfo
Fanfic
1Direction
Stefani Perkenalin namaku Stephani Thomson.Umurku udah 20 tahun.Aku adalah seorang sekretaris dari S Company.Aku waktu High School sering di bully, alasan mereka membullyku karena aku seorang nerd.Dan aku memiliki sahabat yang paling baik di dunia namanya Austin Horan. Ryan Perkenalin namaku Ryan Styles. Umurku sudah 24 tahun.Aku adalah Ceo S Company.Aku ganteng,tinggi,cool.Waktu High School dulu aku itu most wanted. Austin Perkenalin namku Austin Horan. Umurku sudah 22 tahun.Aku adalah Ceo Horan Company.Aku cool,tinggi.Aku memiliki sahabat yang sangatku cintai tapi dia hanya menganggapku tidak lebih dari sahabat,namanya adalah Stephani Thomson. Sekian dulu perkenalannya,kalau ada yang penasaran dengan jalan ceritanya,langsung aja baca cerita.Di jamin deh kalau readers pasti suka dengan ini cerita.Jangan lupa vote dan comment ya
All Rights Reserved
#145
secretary
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Beloved CEO : CEO Tercinta
  • Baby Boss 21+ (COMPLETED)
  • Fake Nerd [END]
  • Natasha Is Fake Nerd - [ Completed ][DI TERBITKAN]
  • Me You And Our Destiny
  • The Devil Boss [TAMAT]
  • Dangerous Flower
  • The Perfect Strangers

Completed ✅ Bagi Stella Francis, bekerja di Peters & Co. adalah tiket satu arah menuju hidup yang lebih layak, walau itu berarti harus mengenakan sepatu murah yang lecetnya tak bisa disembunyikan, menyimpan bekal dalam kotak makan anak-anak, dan tetap tersenyum lebar sambil membawa lima gelas kopi untuk rekan satu tim. Ia tahu dunia kantor tak selalu ramah, apalagi jika atasannya adalah Stefan Peters, seorang CEO yang lebih nyaman berbicara dengan spreadsheet daripada manusia. Namun Stella bukan tipe wanita dua puluh tujuh tahun yang mudah surut. Di balik sikap riangnya, ada keteguhan yang telah ia tempa, bahkan oleh Stefan yang dikenal dingin. Perlahan, celah-celah kecil terbuka. Dalam ruang-ruang diskusi larut malam dan proposal yang disusun berdua, Stefan mulai melihat sisi lain dari Stella, bukan hanya sebagai rekan kerja dan karyawati yang selalu bersinar, tetapi sebagai seorang perempuan yang hidupnya ditambal oleh keterbatasan dan tak pernah kehilangan cahaya. Keduanya berjalan di garis tipis antara profesionalisme dan sesuatu yang jauh lebih personal. Karena ternyata, yang paling sulit bukan menjaga jarak, melainkan pura-pura tak merasa apa-apa. Tapi bagaimana jika yang coba mereka hindari justru satu-satunya hal yang layak diperjuangkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines