Story cover for Beautiful Nerd by evegabrielaw
Beautiful Nerd
  • WpView
    Reads 10,873
  • WpVote
    Votes 364
  • WpPart
    Parts 12
  • WpView
    Reads 10,873
  • WpVote
    Votes 364
  • WpPart
    Parts 12
Ongoing, First published Mar 18, 2016
Stefani
Perkenalin namaku Stephani Thomson.Umurku udah 20 tahun.Aku adalah seorang sekretaris dari S Company.Aku   waktu High School sering di bully, alasan mereka membullyku karena aku seorang nerd.Dan aku memiliki sahabat yang paling baik di dunia namanya Austin Horan.
                                          

Ryan
Perkenalin namaku Ryan Styles. Umurku sudah 24 tahun.Aku adalah Ceo S Company.Aku  ganteng,tinggi,cool.Waktu High School dulu aku itu most wanted.

Austin 
Perkenalin namku Austin Horan. Umurku sudah 22 tahun.Aku adalah Ceo Horan Company.Aku cool,tinggi.Aku memiliki sahabat yang sangatku cintai tapi dia hanya menganggapku tidak lebih dari sahabat,namanya adalah Stephani Thomson.


Sekian dulu perkenalannya,kalau ada yang penasaran dengan jalan ceritanya,langsung aja baca cerita.Di jamin deh kalau readers pasti suka dengan ini cerita.Jangan lupa vote dan comment ya
All Rights Reserved
Sign up to add Beautiful Nerd to your library and receive updates
or
#265secretary
Content Guidelines
You may also like
Obsessed : Project IRIS by matchaaluvv123
25 parts Ongoing
"They didn't fall in love. They were programmed." - - - Aeliana tumbuh sebagai wanita yang terlihat sempurna-tenang, cerdas, elegan. Namun ada bagian dari hidupnya yang hilang. Dikubur terlalu dalam untuk diingat, terlalu berbahaya untuk digali. Ketika bayangan masa lalu mulai bergerak, Ael menemukan dirinya terjebak dalam jaring rahasia bernama Proyek IRIS-sebuah eksperimen yang menyentuh batas kemanusiaan, emosi, dan kendali pikiran. Di antara pengkhianatan, manipulasi, dan obsesi yang membara, Ael harus berhadapan dengan dua pria yang mengikat takdirnya: Kael Renata-pria yang seharusnya ia lupakan. Elion-pria yang menolak melepaskannya. Di dunia tempat cinta bisa menjadi senjata, dan kebenaran berarti kematian, satu pertanyaan tak pernah berhenti menghantui: Apakah emosi yang ia rasakan benar-benar miliknya-atau hasil dari sebuah proyek yang tak pernah gagal? *** "Lepaskan aku," katanya tegas. "Kau tidak berhak mengatur hidupku. Atau hidup Kael." Untuk sesaat, Elion terdiam. Lalu rahangnya mengeras. "Berhak?" ulangnya rendah. "Aku yang memastikan namamu tidak dihapus saat eksperimen gagal. Aku yang mengalihkan perhatian sistem ketika datamu seharusnya dimusnahkan." Ia mendekat lagi, suaranya nyaris geraman. "Kau hidup karena aku mengizinkannya, Ael." Napas Ael tersendat, tapi ia tetap menatap Elion-keras kepala, menolak runtuh. "Kalau begitu bunuh saja aku," bisiknya. "Tapi jangan pakai Kael untuk mengendalikanku." Detik itu juga, tangan Elion menegang. Otot rahangnya menonjol. Matanya menyala oleh sesuatu yang lebih liar dari amarah-sesuatu yang mendekati kehilangan kendali. - - - Haloo teman-temaann, Cerita ini sama seperti sebelumnya, namun ada beberapa paragraf yag aku perbaiki dan terdapat sedikit perubahan Adegan dan Dialog, cuman ga ngerubah alur cerita kok. Selamat Membacaa...
You may also like
Slide 1 of 10
Obsessed : Project IRIS cover
Fake Nerd [END] cover
Sewing Heart Arrogan cover
The Third Person ✔  cover
MY CEO ✓  cover
Me You And Our Destiny cover
KEMBALI UNTUK MENYEMBUHKAN cover
TOUCHED (End) cover
The Devil Boss [TAMAT] cover
Beloved CEO : CEO Tercinta cover

Obsessed : Project IRIS

25 parts Ongoing

"They didn't fall in love. They were programmed." - - - Aeliana tumbuh sebagai wanita yang terlihat sempurna-tenang, cerdas, elegan. Namun ada bagian dari hidupnya yang hilang. Dikubur terlalu dalam untuk diingat, terlalu berbahaya untuk digali. Ketika bayangan masa lalu mulai bergerak, Ael menemukan dirinya terjebak dalam jaring rahasia bernama Proyek IRIS-sebuah eksperimen yang menyentuh batas kemanusiaan, emosi, dan kendali pikiran. Di antara pengkhianatan, manipulasi, dan obsesi yang membara, Ael harus berhadapan dengan dua pria yang mengikat takdirnya: Kael Renata-pria yang seharusnya ia lupakan. Elion-pria yang menolak melepaskannya. Di dunia tempat cinta bisa menjadi senjata, dan kebenaran berarti kematian, satu pertanyaan tak pernah berhenti menghantui: Apakah emosi yang ia rasakan benar-benar miliknya-atau hasil dari sebuah proyek yang tak pernah gagal? *** "Lepaskan aku," katanya tegas. "Kau tidak berhak mengatur hidupku. Atau hidup Kael." Untuk sesaat, Elion terdiam. Lalu rahangnya mengeras. "Berhak?" ulangnya rendah. "Aku yang memastikan namamu tidak dihapus saat eksperimen gagal. Aku yang mengalihkan perhatian sistem ketika datamu seharusnya dimusnahkan." Ia mendekat lagi, suaranya nyaris geraman. "Kau hidup karena aku mengizinkannya, Ael." Napas Ael tersendat, tapi ia tetap menatap Elion-keras kepala, menolak runtuh. "Kalau begitu bunuh saja aku," bisiknya. "Tapi jangan pakai Kael untuk mengendalikanku." Detik itu juga, tangan Elion menegang. Otot rahangnya menonjol. Matanya menyala oleh sesuatu yang lebih liar dari amarah-sesuatu yang mendekati kehilangan kendali. - - - Haloo teman-temaann, Cerita ini sama seperti sebelumnya, namun ada beberapa paragraf yag aku perbaiki dan terdapat sedikit perubahan Adegan dan Dialog, cuman ga ngerubah alur cerita kok. Selamat Membacaa...