Beloved Captain!

Beloved Captain!

  • WpView
    Reads 1,484
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Mar 18, 2016
Mataku bergerak gelisah mencoba menghindar dari tatapan tajam Rio. Aku benar-benar bingung, baru saja beberapa menit yang lalu kami berkenalan dan saat ini dia mengajakku menikah? Yang benar saja! Menjadi pasangan hidup bukan perkara soal menemani dalam rasa kesendirian, 'kan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When The Jerk Falling in Love
  • One Night Marriage (unedited)
  • Life Full Of Question Marks
  • Tak Sengaja Jodoh
  • Pria Itu [TAMAT]✔️
  • Dejavu
  • ABISYA (aku & dia)
  • Dibatas Waktu
  • MATE  [✔️]

"Aku maunya sama kamu sayang" sahut Rio. Ify tersenyum sinis yang membuat kening Rio bertaut bingung. "Dasar yang namanya brengsek ya tetap aja brengsek." Rio menggertakkan giginya mendengar ucapan Ify itu. Oke dia memang playboy yang suka mematahkan perasaan perempuan. Namun dia tidak seberengsek itu. Dia tidak pernah meninggalkan wanitanya dalam keadaan telanjang di sebuah kamar hotel atau bahkan dalam keadaan hamil. Jadi dia tidak bisa dikatakan brengsek kan seharusnya? Rio mendorong Ify hingga tersandar di pintu. Dia mengunci pergerakan Ify dengan tubuhnya sendiri. Dia juga menatap tepat ke arah bola mata Ify. "Aku emang brengsek. Tapi aku gak sebrengsek yang kamu pikirkan" bisik Rio di telinga Ify. Dia bisa merasakan kalau wanita yang kini berada dalam kurungannya itu memejamkan matanya karena takut. "Tapi aku dengan senang hati akan menunjukkan kebrengsekkan aku itu ke kamu sekarang" tambah Rio lagi. Dia membelai pipi Ify dengan jarinya seiring dengan wajahnya yang semakin dia dekatkan ke wajah Ify. Ify merinding begitu melihat tatapan penuh intimidasi dari Rio. "Ja-ng-an ma-cem-ma-cem!" Kata Ify terbata begitu Rio semakin mendekatkan wajahnya. "Kenapa kamu takut?" Tanya Rio lagi. Seulas senyum terukir di bibirnya. Ify menggenggam pergelangan tangannya dengan erat. Perasaan takut dan cemas Rio benar-benar akan melakakukan apa yang dia ucapkan itu tiba-tiba muncul. Apalagi Rio semakin mempertipis jarak di antara mereka. Dia bahkan hampir-hampir menahan napasnya karena wajah Rio yang begitu dekat dengan wajahnya. Hingga kemudian dia refleks menutup matanya begitu melihat Rio semakin mempertipis jarak diantara mereka. Coppy right @ 15 Februari 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines