Four Q

Four Q

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 18, 2016
Pertemuan Gino dengan pria yang tak dikenalnya membuat efek besar di hidupnya. Selama ini Gino melewati hari-harinya dengan membosankan. Sering meninggalkan kelas, tidak mendengarkan nasehat guru itulah yang dilakukannya setiap hari. Walaupun begitu Gino adalah siswa yang pintar. Ia sangat populer di kalangan siswa lainya. Meskipun ia tidak begitu mempedulikannya, Monica adalah teman sekolahnya. Selama ini Gino hanya mendengarkan perkataan Monica. Entah mengapa ia tidak ingin menyakiti perasaan temannya itu. Tanpa sengaja ia dipertemukan dengan Silvia yang tak lain adalah sahabat Monica. Masalah timbul ketika Gino memiliki perasaan terhadap Silvia. Akhirnya Gino meninggalkan kota yang selama ini ditinggalinya. Gino memang mengharapkan itu selama 3 tahun belakangan. Pertemanannya dengan Monica-pun tidak berjalan baik sampai mereka lulus SMA. Selama 2 Tahun Gino tidak kembali ke kotanya. Menuntut ilmu ke negri orang. Kisah cintanya-pun dimulai saat itu. Saat Gino kembali ke kotanya tak sengaja ia bertemu dengan Monica dan itu menimbulkan masalah yang baru.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IGNITES (END)
  • Red Velvet & Sunrise
  • METAMORFOSA | ✔
  • BANANA CHIPS
  • Rezra
  • Tell About Us! | YinWar (✓)
  • Melangkah Tanpa Ragu
  • The Hoodie Girl (Gadis Hoodie Merah)
  • Clarity

(Tersedia Versi eBook) Mendengar namanya saja sudah membuat Wilona bergidik ngeri, apalagi bertemu dengan sosoknya langsung. Mungkin Lona akan kabur begitu melihat bayangannya saja. Jaglion, si cowok paling sadis 'katanya'. Bukan hanya wajahnya yang terlihat dingin, namun sikapnya juga sama. Wilona berharap tidak akan berurusan dengan cowok itu. Dia tidak ingin atmosfernya bersinggungan dengan Jaglion, meski tanpa sengaja. Namun takdir berkata lain. Hari dimana mereka bertemu adalah hari paling sial bagi Wilona. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮 "Jadi pacar gue atau jadi buronan?" Tawar Jaglion. "Lebih baik gue jadi buronan daripada harus jadi pacar lo!" Tolak Wilona. "Oke," Jaglion tersenyum smrik. "Gue kasih lo dua kesempatan dalam waktu 24 jam." "Dan gue nggak akan gunain kesempatan itu meskipun lo kasih waktu sampe setahun!" "Ingat, Lona, gue nggak kasih kesempatan itu ke orang lain." "Gue harap gue adalah orang lain itu," kukuh gadis itu. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮

More details
WpActionLinkContent Guidelines