Hati Sang Bayangan

Hati Sang Bayangan

  • WpView
    LECTURAS 240
  • WpVote
    Votos 25
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, ene 7, 2018
Re:write on 21/06/2016 Re:write 2 on 23/09/2k17 111917 --※--※--※-- Bak lantunan pilu syair pemintal takdir menuntun penentangnya, menyentuh hati Sang Bayangan yang bimbang --※--※--※-- Reina adalah gadis biasa dengan segala sesuatu yang hanya bisa ia lihat kulitnya saja. Namun, apa yang terjadi kalau hari itu datang, ketika semua persepsi dijungkir balikkan. Kenyataan hanyalah bungkus kado apik yang menipu sehingga hampir tidak ada yang bisa ia percayai lebih dari dirinya sendiri.
(CC) Atribución No Comercial Sin Obras Derivadas
#74
spirit
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • In The Depth Of The Forest
  • 💞 My Heart Is With You 💞
  • Journey Of Diara -  Beautiful Patience Is Struggle For Jannah -
  • Hati Hati Menjaga Hati
  • Candlelight (HIATUS)
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Bukan Aphrodite  ✔️
  • You're My Destiny My Randolf

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido