Hati Sang Bayangan

Hati Sang Bayangan

  • WpView
    Reads 240
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 7, 2018
Re:write on 21/06/2016 Re:write 2 on 23/09/2k17 111917 --※--※--※-- Bak lantunan pilu syair pemintal takdir menuntun penentangnya, menyentuh hati Sang Bayangan yang bimbang --※--※--※-- Reina adalah gadis biasa dengan segala sesuatu yang hanya bisa ia lihat kulitnya saja. Namun, apa yang terjadi kalau hari itu datang, ketika semua persepsi dijungkir balikkan. Kenyataan hanyalah bungkus kado apik yang menipu sehingga hampir tidak ada yang bisa ia percayai lebih dari dirinya sendiri.
(CC) Attrib. NonComm. NoDerivs
#79
myth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Journey Of Diara -  Beautiful Patience Is Struggle For Jannah -
  • Abstrak
  • You're My Destiny My Randolf
  • Imagination Adventure 2
  • A Thousand Years [Pierre Tendean Fanfic]
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • ARZARA
  • 💞 My Heart Is With You 💞

Diara, seorang gadis imut yang penuh talenta. Supel dan sangat humoris. Berperawakan 155cm, alis natural tanpa lukisan sudah menunjukkan bahwa dia begitu memikat. Mata yang coklat semburat hitam dengan kelopak mata yang belok. Diara bukanlah gadis yang manja, dia penuh kejutan dan tipe setia. Tapi, dia bukanlah tipe orang yang mudah melupakan suatu hal. Tak terkecuali kenangan pahit. Bukannya pendendam, tapi dia amat perasa. Hatinya rapuh, sudah sejak lama. Sejak dia masih belia. Kenangan buruk 15 tahun yang lalu membekas. Membawa trauma hingga kini. Diara, menutupi kerapuhan hatinya dengan selalu bersikap ceria. Butuh waktu dan perjuangan amat lama untuk menyembuhan trauma hingga dia bisa tegar menghadapi kehidupan. Kehidupan yang amat pahit. Hingga kini, kehidupan palsunya terbungkus rapat. Tiada yang tahu. Bahkan keluarga dekatnya sekakipun. Hingga suatu sore, bayangan kelam itu tiba-tiba muncul sangat nyata. Bukan berupa mimpi buruk lagi yang selalu dia alami tiap malam. Keringat bercucuran, tangan dan tubuhnya gemetar. Bola matanya terpatri dalam hingga berkedippun terasa berat. Semua anggota tubuhnya kaku. Namun tiada tenaga. Tidak ada kekuatan yang biasa ia banggakan. Aaahhh.... Sore itu dunia terasa sangat gelap, sesak dan sungguh berkabut. Air matanya tidak bisa dibendung lagi. Meleleh begitu saja tanpa permisi. Semakin lama mata Diara memandang laki-laki itu, semakin bergetar hebat tubuhnya... Tidak bisa bergerak. Mematung melihat sesosok lelaki itu berjalan lurus menghampirinya. Semakin dekat, semakin terlihat jelas senyum bajingan itu. "shit...! Kenapa badan ini mematung? Kenapa tidak ada tenaga? Kenapa bajingan itu tersenyum manis padaku? Apa dia lupa kelakuannya? Aaahhh... Iyaa, pantas saja dia seringan itu hidupnya. Karena dia memang BAJINGAN". Ruruk Diara dalam diam. Dingin, tetiba sekujur tubuhku menjadi dingin. Pandangan menjadi kabur. Kenapa senja sore berjalan begitu cepat. Aahh... Kenapa sudah gelap??? Apa sudah malam? Diara!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines