STORY
  • WpView
    Прочтений 390,373
  • WpVote
    Голосов 22,488
  • WpPart
    Частей 36
WpMetadataReadЗавершенная история птн, апр. 1, 2016
"Kalian gak apapa? Bisa pulang sendiri kan?" ucapnya. "Kita gak apapa" rio "Thanks buat pertolongannya. Sebenernya kita gak butuh pertolongan lo" ucap gue datar. "Cishh... Sombong!!" Gila nih cewek datar banget ucapannya. Gue kalah lo "Tapi thanks" gue "Ok. Gue cabut dulu" dia balik arah menuju ke motornya. "Nama lo siapa?" gue Bego!! Ngapain sih pake tanya tanya segala.... "Panggil aja gue queen" cewek itu yang ternyata bernama queen. Queen.. Menarik!! ... "Nomer hp donk? Line? Bbm? Apa aja deh!!" teriak rio. "Privasi!!!" teriaknya. "Hahhah mampus lo!!!" tawa gue meledak saat liat expresi rio yang keliatan malu banget.
Все права сохранены
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)
  • Become a Parent's [END]
  • BABY BOY ( REVISI SEKALIAN MENYUSUN PART END )
  • ALSTARAN [END]
  • Rainbow In The Rain
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • ALDRIC [END]
  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • Alletarez

SEGERA DITERBITKAN Sebenarnya ini adalah idenya Liaa. Entah apa yang merasuki otaknya kali ini, sehingga memintaku untuk menulis. Aku tidak pandai merangkai kata-kata, apalagi menyelesaikan suatu cerita. Tidak seperti Liaa yang sangat menikmati saat-saat merangkai setiap paragraf dalam mengembangkan idenya. Bersenandika, mengolah diksi, menulis berbagai tema, dan menuntut pancaindra agar lebih peka. Bila satu paragraf saja membuatku termenung berlama-lama, apalagi satu novel yang sampai beratus-ratus halaman tebalnya. Aku bisa gila, Liaa. Namun, gadisku yang cerewet dan berambisi besar itu pasti akan memprotes, "Kamu pasti bisa, kok, jangan pesimis, deh! Belum apa-apa udah ngeluh. Nulis itu gampang, cuma kamunya aja yang gak mau usaha!" Begitulah Liaa, dia 'illfeel' dengan orang yang angkat tangan sebelum berjuang. Alih-alih memotivasi, malah muncrat juga omelannya. "Iya, Liaa. Jangan ngambek, aku cium, nih!" Ancamanku membuat pipinya seketika memerah bak kepiting rebus. Aku sangat buruk dalam mengembangkan ide cerita. Jauh dibanding Liaa yang bisa menyelesaikan dua novel sekaligus. Ya, novel-novel itu adalah kisah kami yang dia tulis. Tugasku cukup diam dan jangan membuatnya marah. Jika tidak, Liaa akan berhenti menulis dan mengomel seperti ibu-ibu kostan. Karena sejatinya waktu terbaik untuk menulis adalah 'mood' yang baik.

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту