"Kutulis kenangan tentang cara ku menemukan dirimu. Tentang apa yang membuat ku mudah memberikan hati untuk dirimu. Berlalu, seolah semuanya tiada berarti tanpa hadirmu. Telah habis sudah cinta ini hingga tak tersisa cinta untuk dunia. Telah habis sudah waktu hingga tak mampu berpijak pada dunia. Sisa cinta yang ku miliki hanya untuk mu".
Sebait ungkapan itu kugoreskan di tiap lembaran diary persis tepat di hadapan ku. Prolog curahan isi hati mewarnai diary yang dulu nya kosong. Namun, sekarang hitam sudah melekat di setiap lembaran nya. Tangan ku menari dengan lincah nya. Melupakan sejenak yang terjadi disekelilingku. Sepi, aku mulai hanyut dengan suasana ini. Terbawa arus ombak sampai tak terkendali. Semuanya bermain sampai tak ada yang ingin mengalah. Kata-kata yang terekam begitu deras mewarnai pikiran ku. Mereka seolah ingin diprioritaskan, tapi sepantasnya tak ingin aku keluarkan. Rasanya ingin berteriak, tapi tak ada yang mendengar.
All Rights Reserved