Sampan Imajinasi

Sampan Imajinasi

  • WpView
    LECTURES 20
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., mars 19, 2016
Sampan Imajinasi Lelakiku ... Tiada makna dari sebuah kebetulan. Tatkala derai awan menggamit tangkai hujan, kita merengkuh bersama di bawah pelepah cinta. Mula sapa tak mengenal, kini tawa saling menyilang. Berakhir kusam waktu dari ampas-ampas hari yang terhapus dalam bidang dadamu. Kita pernah mengalami punggung musim, juga elegi yang serupa. Tak berlebihan kiranya, jika kupancang penggalan nama kita di rongga langit antara bintang-bintang. Senantiasa menyala, walau matahari menutupi mata-hati. Sebagai tanda terpautnya dua hati. Meniti lekuk cahaya yang sedari tadi menaiki pelaminan senja. Mari kita tungkulkan dinding malam menuju pagi, menaiki sampan imajinasi. Sembari menanti zuriah dari dekap kasih cinta kita: kau dan aku.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Penguasa Alam Ghaib
  • Traces in the Light
  • Lain Dunia (Tamat)
  • Angel To Raya (END)
  • The Brightest SUN to the Ordinary Road
  • Lonely Tomorrow
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • WARISAN

Kami ingin minta kejelasan." kata dukun itu ngotot. "Kejelasan yang bagaimana?" tanyaku "Ya kejelasan apa penyebab anak ini meninggal." "Bukannya bapak ini kemarin sudah jelas?" kataku menunjuk kepada ayah anak itu. "Iya kan pak?" "Iya..." jawab pak Jo. "Tapi sekarang saya ingin lebih jelas lagi." "Bapak ini bagaimana to... kemarin sudah ku hadapkan pada dukunnya, bapak ku suruh bertanya sejelasnya lalu bapak tak mau bertanya mendetail, kemarin kan bapak sudah bicara panjang lebar dengan ruh dukunnya, sampai dukunnya juga minta maaf bapak juga sudah memaafkan, kok sekarang berubah?" "Maaf saya menyela.." kata dukun, "Saya masih tak percaya... dengan apa yang pak kyai lakukan, bisa saja itu hanya rekayasa." "Rekayasa bagaimana?" "Coba pak kyai buktikan lagi, jika itu bukan rekayasa." "Baik... aku akan ambil ruh anak bapak yang sudah meninggal, akan ku masukkan ke orang, nanti bapak tanya sendiri, kalau ndak percaya, nanti mas yang suka usil ini jangan salahkan kalau ku cabut ruhnya, ku lempar ke neraka..., atau ku pindah ke hewan." kataku yang segera minta ijin ke malaikat Isrofil untuk didatangkan ruh anak kecil yang kemarin meninggal. Namanya juga mimpi, ya aneh aneh saja. Satu menit berlalu. Dan ruhnya anak kecil yang meninggal sudah ada di dalam tubuh mediator. "Huuuu huuu.." dia menangis... . . . .PENASARAN...? .ikuti terus jalan ceritanyaa....!!!

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu