Sampan Imajinasi

Sampan Imajinasi

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 19, 2016
Sampan Imajinasi Lelakiku ... Tiada makna dari sebuah kebetulan. Tatkala derai awan menggamit tangkai hujan, kita merengkuh bersama di bawah pelepah cinta. Mula sapa tak mengenal, kini tawa saling menyilang. Berakhir kusam waktu dari ampas-ampas hari yang terhapus dalam bidang dadamu. Kita pernah mengalami punggung musim, juga elegi yang serupa. Tak berlebihan kiranya, jika kupancang penggalan nama kita di rongga langit antara bintang-bintang. Senantiasa menyala, walau matahari menutupi mata-hati. Sebagai tanda terpautnya dua hati. Meniti lekuk cahaya yang sedari tadi menaiki pelaminan senja. Mari kita tungkulkan dinding malam menuju pagi, menaiki sampan imajinasi. Sembari menanti zuriah dari dekap kasih cinta kita: kau dan aku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • Kita yang tak bisa bersama
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Titik Yang Benar
  • Penguasa Alam Ghaib
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • My Duchess / End
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)

Hari ini hujan turun dengan deras. Awan sangat hitam, petir saling menyahut, sama seperti hati ku saat ini. Cuaca ini sangat mewakili hati dan perasaanku, kelabu. Aku berjuang untuk nya, tapi dia tidak. Aku hanya ingin mengambil perhatian nya supaya dia suka padaku. Tapi dia, hanya sebatas menghargai ku saja dan tanpa ada niat untuk membalas perasaanku. Ohhh, itu sangat menyakitkan bagi ku. Dia berkata memiliki rasa yang sama, tapi aku tidak pernah melihat keyakinan dari matanya. Aku hanya bisa berjalan dan menangis karna perjuangan ku tak di hargai,lelah rasanya berjuang sendiri. Sampai di pertengahan kota, aku melihat seorang lelaki membawa payung dan tersenyum hangat yang membuat ku tersipu malu. Dia mengajakku ke rumah nya. Awal nya aku curiga dan merasa was-was kepada lelaki tersebut. Tapi entah aku merasa ingin mengikutinya dan ada dorongan dari mana aku ingin mengikutinya. Ahh, dia menggenggam tanganku yg membuat ku tak bergerak sama sekali, hanya mengikuti langkah nya. Dan sampai di ujung jalan, ada satu rumah yg berbentuk hati. Aku terkejut melihat nya, dia mengajak ku masuk untuk menghangatkan badan dan membilas diri karna aku sangat basah. Sudah berjalan beberapa hari, dia sangat perhatian dengan ku, ia memberikan semua yang sebelum nya belom pernah aku rasakan. Aku merasa berwarna kembali dan tersenyum untuk kesekian kalinya. BTW, itu kata perumpamaan yaa guys. Manaada rumah berbentuk hati, halu deh haha:v Awas typo bertebaran! Cerita pertama di akun ke2🤗 Semoga kalian suka. @_diana283

More details
WpActionLinkContent Guidelines