Untukmu
  • WpView
    Membaca 41
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Mar 19, 2016
WpInfo
Fiksi
Romansa
Bukan pada sehelai kertas memang, namun sebait puisi telah kusemat pada lembaran hatimu. Jauh hari sebelum sapa melilit tanya-tanya rindu tanpa titik. Kusauk air tujuh estuari menjadi tinta, lalu kupetik kembang-kembang di atas lima benua; menguntainya pada bait-bait, yang kelak menjelma di puncak kasih antara kita. Di bawah kaki senja, kala penatmu bersandar manja pada bahuku. Begitu juga aku, menyeka ampas hari pada bidang dadamu. Kuucap, "Aku tak mau lagi meneguk romantisme susu fantasi, sebab akar rindu kian menancap di bumi." Akhirnya, dalam desahan napas panjang, kau sibak rambutku. "Sayang, tidakkah imajinasi sebab saat ini kita mengukir hari pada lidah waktu yang tersisa?" Laksana sepasang terompah yang tengah menapaki kepulauan debu. Kadangkala terpuruk dalam kubangan lumpur, lalu menjejak pada gersangnya kerikil di matamu. Wujud untaian kesetiaan terlahir dari janin penuh cinta, berselancar dalam segenggam damai, kau juga aku. Dulu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • The Disappearance of Butterfly
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Dear... Nadin From *Anonymously*[Selesai√]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Hidup di Dalam Bayangan
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)

Gemercik air hujan itu menyembunyikan tawa yang menutupi samar nya luka. lentik nya jemari yang menyapa dinginya sepi. menyambut pagi dengan kecohan sang mentari. embun di ujung bumi,yang mengepul pesat perlahan pudar. beriring dengan air yang menggenangi tanah liat. ini bukan tentang cinta atau takdir yang menggeliat dalam doa. ini tentang kemampuan dalam pertahanan. yang mempertahankan hubungan, yang terancam oleh ketidakadilan. akan kah semua pertahanan ini harus berakhir dengan kata kata perpisahan yang di sah kan oleh takdir ? akan kah satu sosok dengan seluruh dopantasa dan pertahan nya akan luntur begitu saja? inilah dunia, menganggap semua ini adalah lelucon yang tak pantas, tak dianggap ada:) ________________________ "selama ini aku hanya menjadi pengisi kekosongan ruang mu,jangan berlebih dalam menanggapiku,sebab aku tak akan menjadi pengobat luka mu itu" ~Alice... "Aku tak perduli, yang kutau tugasku hanya sebatas mencintamu al" ~ Barra. " Jangan menambah semburat luka mu dengan menungguku, sebab ragaku takan bisa seutuhnya menjadi hak mu" ~Rama.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan