Untukmu
  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 19, 2016
Bukan pada sehelai kertas memang, namun sebait puisi telah kusemat pada lembaran hatimu. Jauh hari sebelum sapa melilit tanya-tanya rindu tanpa titik. Kusauk air tujuh estuari menjadi tinta, lalu kupetik kembang-kembang di atas lima benua; menguntainya pada bait-bait, yang kelak menjelma di puncak kasih antara kita. Di bawah kaki senja, kala penatmu bersandar manja pada bahuku. Begitu juga aku, menyeka ampas hari pada bidang dadamu. Kuucap, "Aku tak mau lagi meneguk romantisme susu fantasi, sebab akar rindu kian menancap di bumi." Akhirnya, dalam desahan napas panjang, kau sibak rambutku. "Sayang, tidakkah imajinasi sebab saat ini kita mengukir hari pada lidah waktu yang tersisa?" Laksana sepasang terompah yang tengah menapaki kepulauan debu. Kadangkala terpuruk dalam kubangan lumpur, lalu menjejak pada gersangnya kerikil di matamu. Wujud untaian kesetiaan terlahir dari janin penuh cinta, berselancar dalam segenggam damai, kau juga aku. Dulu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Hidup di Dalam Bayangan
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)

Langit yang Tak Pernah Pulang Ketika langit bukan lagi tempat bernaung, tapi tempat berpulang. Angkasa Rayendra Mahatma tidak tumbuh dalam pelukan keluarga Cemara. Di usianya yang kedelapan, ia menyaksikan rumah tangga orang tuanya runtuh. Ibunya menjadi satu-satunya alasan ia bertahan, hingga takdir kembali merenggut-di usia dua puluh, ia kehilangan satu-satunya tempat pulang. Sejak saat itu, ia berjalan sendiri. Dengan luka yang membatu, dengan hati yang tak lagi percaya. Sosok yang dingin, cuek, dan tertutup. Tapi di balik semua itu, Angkasa menyimpan ketulusan yang jarang ditemui. Ia masih suka menolong diam-diam, memotret langit senja, dan menuliskan isi kepalanya dalam baris-baris rahasia yang tak pernah dipublikasikan. Ia tak percaya cinta lagi. Bukan karena tak ingin, tapi karena pernah dikhianati oleh yang paling ia percaya. Hingga suatu hari, sebuah DM sederhana dari seorang followers di Instagram-nya menjadi awal dari sesuatu yang tidak ia sangka. Seorang perempuan bernama Alya Nismara Pradipta-dengan tanya yang polos, dan perhatian yang pelan-pelan menyusup ke dalam retakan hatinya. Mampukah Angkasa belajar percaya kembali? Atau benarkah... langit memang tak pernah benar-benar pulang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines