Dua Hati

Dua Hati

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 22, 2018
Ketika seorang insan terjebak pada dua hati yang berbeda. Tiga hati yang saling terkait tak akan pernah berjalan indah. Satu hati harus berkorban untuk dua hati. Namun mengorbankan hati tak semudah membalikkan telapak tangan. Cerita ini hanya sepenggal kisah tiga anak manusia yang terajut takdir untuk menjalani jalinan asmara yang rumit. Antara cinta, karma, takdir, dan pengorbanan. "Jika ini hukuman yang pantas atas pengkhianatanku, lalu apa dayaku menolak kesakitan ini?" - Soraya Vania "Amarah membuatku buta dan terjerembap jatuh ke jurang kesalahan yang indah" - Vandi Putra "Aku hanyalah korban dari keegoisan kalian. Salahkah jika aku juga menjadi egois untuk diriku sendiri?" - Liana Larasati
All Rights Reserved
#142
karma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHAT'S GOING ON WITH ME
  • With You 나는 행복하다
  • ASRAR|
  • Puing luka
  • This Love
  • The Disregarded Wedding- Sudah Ada Di Play Store (Tayang Juga Di KBM App)
  • Rahasia Dibalik Akad
  • My Dandelion (End)
  • KYTJC (END)
  • DEAF TO BLIND

"Aku butuh kamu seperti jantung butuh detak." -What's Going On With Me "Karmamu akan datang." -Karina "Akan kutunggu karmaku." -Jaegar Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta, melainkan bayangan kelam dari sebuah luka yang mendalam. Sang pelaku, tanpa penyesalan, menikahi korbannya-bukan untuk menebus dosa, melainkan untuk menganggap perbuatannya sebagai sesuatu yang wajar. Sementara itu, sang korban, dengan hati yang hancur dan jiwa yang terluka, dipaksa menerima keadaan demi mempertahankan kehormatan yang sejatinya tak pernah ternoda, meski dunia berkata sebaliknya. Waktu berlalu, dan dalam rahim sang istri tumbuh kehidupan baru: sepasang anak kembar yang menjadi penghubung takdir keduanya. Namun, kebahagiaan itu tergores ironi. Salah satu dari mereka dinyatakan "cacat" sejak dalam kandungan-menjadi pengingat abadi dari luka yang tak pernah benar-benar sembuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines