Akankah Selamanya?

Akankah Selamanya?

  • WpView
    Reads 1,035
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Mar 20, 2016
DIA.. SEMPURNA.. "Pernah lo cemburu?? pasti pernah.. tp klo cemburu sama seseorang yang lo sadar lo bukan siapa-siapa dia?? klo lo pernah pasti nyesek kan? Ha..Ha.. ini yg sedang gue alamin saat ini" -Mentari sudah mengeluarkan sinarnya dengan segelas kopi susu yang dibuatnya diteguknya dengan cepat yang sudah mulai d.ngin dengan jam tangan yang hampir menunjukan pukul tujuh dia bergegas menyalakan vespa kesayangan dan berteriak "mak gw berangkat assalamualaikuuum..!" terdengar dr dalam rumah maknya menjawab salamnya dan langsung cus ke sekolah yang jarak nya sekitar tiga kilo dri rumah, entah knapa hari itu tumben niat banget buat sekolah.. apa karna seragamnya udah ganti ke putih abu-abu. Terlihat gedung sekolah yang memang paling besar di kota terkenal Minyaknya yang berlantai 4 bercat biru dan cream, bangunan berbentuk U ditengah nya terdapat lapangan yang disekelilingnya terdapat pohon pohon menjulang keatas seperti cemara. "Zul.."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KEPINCUT BRONDONG
  • THE CLIMB [Completed]
  • Dating Demi Gengsi
  • 36 days with you {saida} [End]
  • Almost Mine - 3 Alasan Aku Menolakmu!
  • Bawa Aku Pulang (End)
  • 20. Pamanku Brondong Mesum (FIN)
  • Love Enemy!
  • Rindu Senin Pagi

18+ Peringatan! Cerita ini bisa membuat kamu cengar-cengir gajelas. Yang butuh bacaan ringan buat hiburan penghilang stres, kamu berada di tempat yang tepat. *Kepincut Brondong sinopsis: "Gue mau jadi pacar lo. Buat tiga bulan doang. Gimana?" Aku mencoba bernegosiasi. "Ha? Tiga bulan? Apaan tuh tiga bulan? Bentar amat? Kredit hape aja lima bulan, Kak." Ijun terheran. "Mau enggak? Kalo lo enggak mau ya udah. Mending lo ga usah jadi pacar gue. Jadi anak pungut gue aja!" kataku sembarangan. "Kesannya kita pacaran kayak main-main kalo kek gitu, Kak." "Ya emang main-main. Lo ngarep apa? Pacaran srius sama cewek yang empat taun lebih tua dari lo? Lo masih waras, kan?" "Tapi gue beneran suka sama lo, Kak." "Ga papa! Itu wajar. Selama lo suka sama cewek, itu artinya lo normal," tanggapku. "Tiga bulan yah?" Ijun nampak menimbang. Aku mengiyakan sambil tersenyum geli. Dalam hati aku menertawakan kegilaanku ini. "Setelah tiga bulan?" Ijun mulai tertarik. "Kita putus. Gue mau cari pacar baru, dan lo juga boleh cari pacar baru." "Kalo lo malah jatuh cinta sama gue?" tanya anak itu percaya diri. Buju buneeengg ... pede banget lo Ijuuunn ... aku tertawa saja. "Kalo gue jatuh cinta sama lo, lo harus bawa gue ke rumah sakit jiwa. Karna pasti gue udah enggak waras." ____ Pacaran sama bocah SMA? Oohh ... aku pasti sudah gila! Tapi anak itu tampan dan menggemaskan. Dan lebih dari itu, dia datang saat hatiku hancur lebur karna dihianati. Benar, Ijun datang mengisi kehampaanku. Tapi benarkah aku jatuh cinta pada Brondong yang usianya lebih muda empat tahun dariku? Yang benar saja!

More details
WpActionLinkContent Guidelines