Our Secret Feelings

Our Secret Feelings

  • WpView
    Reads 368
  • WpVote
    Votes 79
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 13, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku selalu mengharapkanmu, tanpa sepengetahuan siapapun. Tapi, aku tidak ingin menunggu lagi, aku harus memberitahumu bagaimana perasaanku ketika berkhayal bisa bersamamu selamanya." - Gladis Adely Permata - "Bisakah kau belajar mencintaiku? Jangan pergi, setidaknya bertingkahlah layak kau mencintaiku, sehingga aku akan melanjutkan hidup ini bersamamu. Walaupun hanya sementara. Walaupun hanya satu hari penuh." - Miko Yatindra Putra - "Bertemu denganmu adalah suatu anugerah. Bukankah semuanya akan sederhana, jika kita hanya perlu untuk saling mencintai? Tapi kenapa aku merasa ada batas yang tak bisa kuraih agar aku bisa memilikimu seutuhnya?" - Agnes Melia Renata - "Pilihan hidup yang paling berat adalah memilih untuk tetap mencintaimu. Meski tak berbalas. Namun, justru kian membekas. Aku akan tetap menunggumu sampai perasaan itu tak lagi datang menyiksaku yang sudah terluka." - Yogi Cahya Bimantara -
All Rights Reserved
#182
imagination
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines