Distillate

Distillate

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 24, 2019
"Jadi?" tanya Anggara sekedar basa basi yang sialnya basi kebangetan. "Gue harap lo ngerti karena gue udah jabarin dengan sangat jelas apa maksud gue," ucap Alzhea santai sambil menyandar di tembok dengan tangan yang disilangkan ke depan dada. Malas. "Iya, tapi Al gue kasih tau nih," Anggara. Masih dengan tangan yang ia simpan di saku celana, ia berjalan mendekati Alzhea. Setelah berhadapan, Anggara kemudian mencondongkan tubuhnya dan berbisik, "lo ga bakal dapet hasil yang sempurna dari distilasi hati kaya yang udah lo jelasin tadi. Karena apa? Hati dan diri gue ini udah sepakat bahwa kita gabakal mau pisah dari hati lo." Anggara kemudian kembali menegakkan tubuhnya dan tersenyum manis. Menepuk puncak kepala Alzhea beberapa kali lalu berbalik pergi. "Dasar sinting! Edan! Anggara emang patut di refund ke akhirat, di bumi bisanya cuma bikin kesel!" Alzhea mengacak rambutnya frustasi kemudian melangkah meninggalkan ruangan itu dengan aura kekesalan yang pekat --- Langsung klik dan pantau ceritanya, makasih buat kalian yang udah mau baca ( cover by me )
All Rights Reserved
#814
girls
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SKRIPSUIT  ✔
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • Jejak Waktu [Complete]
  • F A K E ? [End]
  • My Darkness Girl[TAMAT]
  • Goodbye Alaska [END]
  • Little Strawberry Girl

{Completed/utuh/tamat} Fayka mau tak mau harus sering bertemu dengan Yasa karena memiliki dosen pembimbing yang sama. Berawal dari sesama kesengsaraan korban dospem, bagaimana jika Fayka mulai baper karena Yasa, yang mendapatkan predikat fakboi, terus bersikap manis padanya? *** Setelah empat tahun menempuh pendidikan di jurusan psikologi, Fayka seperti mahasiswa lainnya harus mengerjakan tugas akhir skripsi. Sialnya, Fayka mendapatkan dosen pembimbing yang killer dan membuat jantungnya tak keruan setiap akan melakukan bimbingan. Namun, penyebab jantungnya tak keruan bukan hanya dosen pembimbing. Yasa, sang kayak tingkat penyandang status fakboi kampus, mendapatkan dosen pembimbing yang sama dengan Fayka dan terus bersikap manis pada Fayka. Menolak rasa bapernya, Fayka mencoba memfokuskan diri pada skripsi yang harus diselesaikannya segara akibat tuntutan sang Ibu. Sayangnya, takdir tidak selalu berpihak pada Fayka untuk mempermudah jalannya menuju sidang. Lalu bagaimana dengan perasaan Fayka jika ketika badai menerjang hidup, Yasa adalah orang yang selalu hadir di sisinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines