Aussie,I am Yours...

Aussie,I am Yours...

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 7, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Prolog "Enggak! Lepasin gue!" teriak sekenceng-kencengnya. "Kasih gue kesempatan lagi,please,Deanna." Rendy terus memaksa gue dan gue langsung mendaratkan tangan gue itu ke pipinya dengan emosi. Prakkkk Entah refleks atau apa pokonya sekarang gue puas nampar itu cowok brengsek. Rendy diam sambil menahan rasa sakit di pipinya dan gue langsung meninggalkan dia sendiri di taman yang cuacanya kini mulai mendung itu. "Dasar cewek sialan!" ucap Rendy pelan,namun terdengar jelas ucapan itu di telinga gue. Langsung saja gue berbalik dan menendang kejantanan si Rendy. "Elo cowok brengsek! Gataumalu! Gataudiri! Gatauterimakasih! Enaknyadoang!" ucap gue dengan cepat tanpa spasi. "Lo.emang.brengsek!" tambah gue lagi menekankan suara dan mata melotot. Namun Rendy tetap diam sambil memegang kejantanannya itu menahan rasa sakit. Mampus. Gue pun langsung pergi lagi dan memberhentikan taxi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SWEET LOVE [ON GOING]
  • SAMSARA LOKA [END]
  • My Sweet Lσ‎‎ve
  • ARENA
  • Be Yours
  • Crazy Couple [End] ✔
  • Unraveled
  • Renjana [COMPLETED]
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]

SWEET LOVE. . . Aku berjalan menunduk, menatap rumput yang sejak tadi ku tapaki tanpa alas kaki. Rasanya dingin karna masih ada sisa air hujan yang membasahi rumput-rumput itu. Langkahku terhenti, seseorang berdiri tepat di hadapanku. Aku mendongak, ku dapati wajah yang paling ku senangi. "Jalan liat ke depan, bukan nunduk," katanya sembari tersenyum ke arahku. "Karena aku tahu, kamu akan menghampiriku." jawabku Ku balas senyuman itu. "Ya benar. Aku akan selalu menghampirimu saat kamu melakukan hal yang akan membahayakan dirimu sendiri." Aku tersenyum lagi. "Perhatian sekali. Apakah kamu menyukaiku?" tanyaku dengan berani. Setelahnya aku mengutuki diri karena berani menanyakan hal paling gila padanya. "Butuh jawaban?" tanyanya. ⚠️ attention : - cerita ini masih dalam tahap pengerjaan jadi di mohon sabar - bahasa di dalam cerita ini tidak terlalu baku, jadi mohon maaf jika ada kesalahan bahasa - semua foto yang ada di dalam cerita ini juga diambil dari pin - di mohon jangan copy cerita ini ENJOY AND HAPPY READINGG!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines