Aussie,I am Yours...

Aussie,I am Yours...

  • WpView
    LECTURES 50
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., avr. 7, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Prolog "Enggak! Lepasin gue!" teriak sekenceng-kencengnya. "Kasih gue kesempatan lagi,please,Deanna." Rendy terus memaksa gue dan gue langsung mendaratkan tangan gue itu ke pipinya dengan emosi. Prakkkk Entah refleks atau apa pokonya sekarang gue puas nampar itu cowok brengsek. Rendy diam sambil menahan rasa sakit di pipinya dan gue langsung meninggalkan dia sendiri di taman yang cuacanya kini mulai mendung itu. "Dasar cewek sialan!" ucap Rendy pelan,namun terdengar jelas ucapan itu di telinga gue. Langsung saja gue berbalik dan menendang kejantanan si Rendy. "Elo cowok brengsek! Gataumalu! Gataudiri! Gatauterimakasih! Enaknyadoang!" ucap gue dengan cepat tanpa spasi. "Lo.emang.brengsek!" tambah gue lagi menekankan suara dan mata melotot. Namun Rendy tetap diam sambil memegang kejantanannya itu menahan rasa sakit. Mampus. Gue pun langsung pergi lagi dan memberhentikan taxi.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Unraveled
  • My Sweet Lσ‎‎ve
  • Love in Difference
  • FOREVER OR NEVER - OHMNON ✅
  •  ALZERA (On Going)
  • Crazy Couple [End] ✔
  • Renjana [COMPLETED]
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]
  • LOVE IS LOVE
Unraveled

"It's almost 8 years ago, ya kan?" Zaki mendengar pertanyaan yang sebenarnya bersifat retorika itu mengangguk sembari tersenyum kecut. "Ternyata rasa sayang aku gabisa bikin kamu bertahan ya?" Zaki menggelengkan kepalanya dan menatap Anggika dengan sendu, "Bukan itu. Tapi memang aku yang salah dari awal," Anggika tersenyum remeh menanggapi jawaban dari Zaki. "Aku lega, Anggika," Anggika mengernyitkan dahinya mendengar pernyataan yang tak semestinya keluar dari mulut seorang Nicholas Zaki. "Lega, finally I met you again, then I see you already have a boyfriend. Sesuai doaku dulu, lebih dari aku," Anggika menahan air matanya dengan sangat keras, "Lo yang jahat, tapi lo yang lega," Zaki hanya menatap sendu ke arah Anggika sembari tersenyum tipis, "I'm happier to see you with your boyfriend now, Rendra. Daripada kamu sama aku sakit terus." Air mata Anggika turun begitu saja. Zaki pun mengerahkan tissue kepada perempuan berambut ash brown di depannya, "Masih kaya dulu, kalau nangis jadi bengkak ya matanya? Jangan nangis ya, Anggika," Anggika menyeka air matanya kasar, dan Zaki yang berada di depannya melihat dengan napas yang memburu, sesak. "So, is this the actual closure?" desis Zaki dengan menundukkan kepalanya, tidak berani menatap kedua bola mata Anggika. Anggika mengangguk, dan mengulurkan tangan kanannya, "Thank you, good bye Zaki. Nice to know you," Zaki menyambut uluran tangan Anggika dengan senyum pahitnya, "Nice to know you, and i will always love you, Anggika."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu