Aussie,I am Yours...

Aussie,I am Yours...

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 7, 2016
Prolog "Enggak! Lepasin gue!" teriak sekenceng-kencengnya. "Kasih gue kesempatan lagi,please,Deanna." Rendy terus memaksa gue dan gue langsung mendaratkan tangan gue itu ke pipinya dengan emosi. Prakkkk Entah refleks atau apa pokonya sekarang gue puas nampar itu cowok brengsek. Rendy diam sambil menahan rasa sakit di pipinya dan gue langsung meninggalkan dia sendiri di taman yang cuacanya kini mulai mendung itu. "Dasar cewek sialan!" ucap Rendy pelan,namun terdengar jelas ucapan itu di telinga gue. Langsung saja gue berbalik dan menendang kejantanan si Rendy. "Elo cowok brengsek! Gataumalu! Gataudiri! Gatauterimakasih! Enaknyadoang!" ucap gue dengan cepat tanpa spasi. "Lo.emang.brengsek!" tambah gue lagi menekankan suara dan mata melotot. Namun Rendy tetap diam sambil memegang kejantanannya itu menahan rasa sakit. Mampus. Gue pun langsung pergi lagi dan memberhentikan taxi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • Renjana [COMPLETED]
  • LOVE AND REVENGE (Missing Piece) - VERSI I
  • Be Yours
  • Love in Difference
  • Crazy Couple [End] ✔
  • Hurt || Na Jaemin✓
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]
  • ARENA
  • Sexi And Brave

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines