Tomo itu sampah. Tomo cuma toilet bersama. Tomo sudah mampus dua tahun lalu, terpapar merah di sekolah. Bisa bunuh diri, bisa dibunuh, tapi siapa peduli pada ulat di bawah kaki?
Mikami Ayumu, kelas dua SMA, mantan atlet harapan. Cedera di bahu setahun lalu membuatnya minggat prematur dari klub baseball. Wajahnya tampak tersenyum, tapi hatinya luntang-luntung tanpa impian.
Sampai suatu hari, ia dihantui suatu eksistensi bernama Tomo.
Kurokami Shiro, kelas tiga SMA, mencintai Tomo.
Sangat mencintainya.
.
.
.
.
.
WARNING:
A. BoyxBoy/yaoi + onesided het
B. SLOW-PACED SELF-INDULGENT STORY, cerita mungkin baru seru di chapter-chapter selanjutnya.
C. Trigger Warnings: gore, suicides, depressions, sexual assaults, squicky materials, etc. for later chapters. Rating may go up
D. 58# dalam horor.
⚠️Warning⚠️
Boy Love
Mature 🔞
Kekerasan
Cut**ng
**********
Pertama kali Aku melihat mata hitam miliknya, saat itu Aku tahu Aku telah jatuh ke dalam pusaran api cinta yang tiada ujung. Manik hitamnya menceritakan begitu banyak cerita walau bibirnya terkatup rapat. Ia seperti anak kucing yang kehilangan Ibu kucing, meringkuk ketakutan. Dirinya seakan memiliki magnet yang menarikku semakin dekat tak peduli seberapa banyak Ia menolak dan melukai~ melukai dalam arti sebenarnya~ secara fisik. Luka itu tidak seberapa dengan luka di sekujur tubuhnya yang seakan mencambuk hatiku~miris, itu yang Aku rasakan. Aku ingin melindunginya.
"Hallo, Aku Im Jaebum. Mulai saat ini Aku akan menjadi temanmu, Aku berjanji tidak akan menyakitimu Jinyoungie."
WARNING : INI CERITA RATE DEWASA, MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN, MELUKAI DIRI SENDIRI, KATA KATA KASAR DAN YAOI. Kalau gak suka jangan di baca aja, jangan meninggalkan komentar yang tidak meyenangkan untuk author. Ini ff Yaoi pertama yang aku coba buat jadi aku menerima kritik dan saran tapi dalam bahasa yang baik. Terima kasih, selamat membaca