Gadis Rempeyek

Gadis Rempeyek

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 15, 2017
"Nduk, jangan lupa nanti setelah ambil udang di Pak Iqbal mampir dulu ke warungnya Mbok Yah beli tepung." Kata ibu. "Iya, Bu. Uangnya?" Tanyaku. "Bilang ke Mbok Yah suruh nyatet dulu." "Nanti kalau Si Mbok ndak mau? Kan yang kemarin juga belum dibayar, Bu." "Pasti mau. Besok biar ibu bayar sekalian sama yang kemarin." "Ya sudahlah. Lela pamit. Assalamu'alaikum." "Wa'alaikumsalam." Segera aku mengambil sepeda bututku dan mengayuhnya ke tempat Pak Iqbal, sang juragan udang. Huft, panas sekali. Bayanganku sampai tak tampak olehku karena terasa matahari berada sejengkal diatas kepalaku.Ku susuri jalan menanjak, berkelok dan belum diaspal ini dengan kayuhan sekuat tenaga. Maklum, rumahku berada di daerah gunung dan pesisir pantai. Sarana dan prasarana di desaku bisa dibilang cukup tertinggal. Ya, menerima nasib atas tidak meratanya program pembangunan pemerintah. Akhirnya aku pun sampai di gudang udangnya Pak Iqbal. Ku parkirkan sepedaku di bawah pohon dan mencari Pak Iqbal di tengah ramainya para tengkulak. Rupanya beliau sudah tahu akan kedatanganku dan langsung menghampiriku. "Lela, ini udangnya. 5 kg seperti biasa." Kata Pak Iqbal sambil menyerahkan sebuah kantong plastik hitam besar . "Iya, Pak. Terimakasih." Kataku sambil menerima bungkusan itu. "Sampaikan salamku ke ibumu, Bu Isma, ya." "Oh, iya Pak. Lela pamit dulu. Assalamu'alaikum." Kataku sambil berlalu pergi. "Wa'alaikumsalam." Untunglah masih ada orang seperti Pak Iqbal yang mau berbaik hati kepada keluaragaku. Ya, beliau sangat membantu dalam usaha rempeyek udang milik ibuku. Udang yang setiap hari aku ambil dari beliau dibayar dengan memotong upah bapakku yang bekerja sebagai kuli disana. Selain itu keluarga Pak Iqbal adalah pelanggan setia rempeyek udang ibuku. Jadi setiap hari aku pun mengantar rempeyek pesanan mereka. Dengan begitu ibu tak perlu mengeluarkan modal besar dan bapakku pun setuju akan hal itu. ---
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • tomorrow|markhyuck🔞
  • Naughty boy (TAHAP REVISI)
  • RAKAALENA
  • CENGKRAMAN DIRGA'S
  • Setelah Hujan ( End ✔)
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • PENCARIAN SANG AHLI WARIS THE MORGAN
  • 𝑫𝒖𝒅𝒂-𝟏 💸|| 𝑫𝒐𝒏𝒈𝒎𝒂𝒓𝒌 (New Cover)
  • I Love U but I Hate U「MarkHyuck」✅

Pagi begitu cerah dedaunan bergemuruh turun secara bersamaan! Semerbak yang begitu harum dan menawan matahari yang begitu terang menarangi seluruh alam semesta. Terlihat seorang gadis sedang berdiri tampak menghirup udara. "Hufffff! Sejuk sekali!? Awannya sangat cerah dan indah... " Ujar seorang gadis mungil nan cantik angun bak bidadari! Tapi secantik apapun dia dia tetap tidak diinginkan oleh sang orang tua! Kelahiran gadis itu membuat sang papa harus melawan orang tuanya sendiri nenek gadis tersebut dan harus kehilangan nyawa sang kakek semenjak gadis mungil tersebut dilahirkan. "Kalau kamu tidak menginginkan nya biar kan mama yang merawatnya sendiri! Seharusnya kalian bersyukur mempunyai gadis kecil ini! Dia tidak bersalah! Papa meninggal bukan dia penyebabnya tapi kalianlah... " Nenek emosi karna gadis kecil yang masih bayi di telentang begitu keras "Silahkan bawa saja dia dari sini! Aku tidak butuh anak pembawa sial ini bersama ku jika dia disini bisa menjadi malapetaka bagiku... " "Iya mama mau lihat semampu mana kamu sukses ketika menelantarkan anakmu! Demi wanita ini kamu rela membentak ibumu sendiri! Ketika kamu tidak tau arah jalan lagi jangan berharap kalian bisa bertemu kami lagi... " Sang mama (nenek) pergi dan membawa cucu bersama dengannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines