Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

  • WpView
    Reads 1,609,556
  • WpVote
    Votes 59,221
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 20, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Bebby Rachel Mikeayla. Gadis bertubuh mungil pecinta kue manis. Menganggap semua laki-laki yang mengejarnya hanya seekor lalat yang tidak ada apa-apanya dibandingkan Raxel-kakak laki-lakinya. Sampai ia bertemu dengan Melvin Ramadhan Bio. Lelaki yang memenuhi semua kriteria pangeran idamannya. Namun, tidak berjalan sesuai keiginan, Melvin selalu saja menolaknya. Tiga tahun kemudian, terdengar kabar bahwa laki-laki itu akan menikahi wanita lain. Apa ini saatnya ia harus move on? Seakan takdir sedang mempermainkannya. Rachel dipertemukan dengan lelaki cinta pertamanya itu dalam status yang berbeda. Status yang mengikatnya untuk tetap berada dikehidupan seorang Melvin Ramadhan Bio. Selamanya. "Mau kabur, uhm? Lupa sekarang lo udah jadi istri gue?" Melvin menarik Rachel ke dalam dekapannya. "Lo gak lupakan kewajiban seorang istri kepada suaminya? Apalagi sekarang malam pertama kita" Ucapnya tepat di depan wajah Rachel. Kemudian menyudutkannya ke dinding. Rachel mengerjabkan matanya. "Apa-gue?" Kisah Rachel Bebby Mikeayla dengan Melvin Ramadhan Bio.
All Rights Reserved
#319
bahagia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mr. & Mrs Albrecht
  • PUTRI ARABELLE DISELIMUTI AWAN
  • Jodoh Pilihan Abi
  • Dear, Mr. A
  • Pengantin Pengganti
  • Transmigrasi hurt girl[END]
  • Bad Papa
  • NIKAH DULU CINTA BELAKANGAN
  • Hati Sinta

Arga baru saja melangkah keluar kamar, ponsel yang sempat tertinggal kini sudah di tangan. Namun begitu ia membuka pintu, langkahnya terhenti. Sosok itu sudah berdiri di ambang pintu-dengan senyum licin yang terselip di sudut bibir merah basahnya. "Mas, sebentar..." ucapnya lirih, lalu tanpa ragu memutar kunci pintu hingga terdengar bunyi klik yang terasa nyaring di tengah keheningan. Ia lalu berbalik, perlahan, seperti sengaja mempermainkan waktu. Tatapannya menusuk tajam, lembut tapi memabukkan. Langkahnya mendekat, tumit sepatu kecilnya menjejak lantai dengan bunyi halus yang menggema di kepala Arga lebih dari yang seharusnya. Ia mendekat... dan terus mendekat-hingga napasnya menghangat di kulit wajah Arga. Saat jarak hanya tersisa desah, ia berjinjit lalu melingkarkan tangannya ke leher Arga. Tubuh mereka kini bersatu tanpa celah, dan hidung mereka bersentuhan. Arga yang refleks merangkul pinggang ramping itu tahu, ini adalah awal dari sebuah ujian yang tak diajarkan di kitab-kitab kuning pesantren. "Aku lagi pengen, Mas. Sekarang," bisiknya nyaris tak terdengar, namun cukup untuk membuat darah Arga mendidih pelan. Bibir itu mencium bibirnya-hangat, basah, berani. Bukan ciuman biasa. Ciuman perempuan yang tahu pasti bagaimana caranya merobohkan benteng pertahanan laki-laki yang selama ini berdiri dalam istighfar. Arga sempat hanyut, meski sesaat. Tapi nurani santrinya masih hidup. Ia menarik diri perlahan, menyisakan napas yang masih beradu, dan dekapan yang belum ingin dilepas. "Jangan di sini... rumah Ayah, nanti mereka nunggu kita kelamaan," bisiknya, berusaha terdengar tenang padahal dadanya bergemuruh. "Mereka pasti ngerti. Kita suami istri, kan?" bisiknya menggoda. "Sekali aja, Mas... aku udah nahan dari tadi. Aku pengen kamu. Banget." Arga menunduk. Nafasnya dalam. Istighfar meluncur di batin, cepat dan berulang. Tapi yang satu ini bukan setan-ini godaan yang berwujud indah, harum, dan nyata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines