Story cover for Hurt Elena by FiskaAnie
Hurt Elena
  • WpView
    reads 845
  • WpVote
    Stemmen 349
  • WpPart
    Delen 13
  • WpView
    reads 845
  • WpVote
    Stemmen 349
  • WpPart
    Delen 13
Lopende, voor het eerst gepubliceerd mrt. 23, 2016
Voor volwassenen
"Adik kamu itu beda dengan kamu. Dari gennya saja sudah berbeda."

Baru saja kakinya ingin melangkah keluar dari persembunyiannya, niatnya terurung saat mendengar namanya yang disebut oleh ayahnya. Membuatnya tetap bertahan untuk bersembunyi di balik dinding. Menyenderkan tubuhnya dan menatap lurus ke depan sedangkan telinganya mendengar pembicaraan keluarganya itu.
Alle rechten voorbehouden
Meld je aan om Hurt Elena aan je bibliotheek toe te voegen en updates te ontvangen
of
Inhoudsrichtlijnen
Je bent misschien ook geïnteresseerd in
Je bent misschien ook geïnteresseerd in
Slide 1 of 10
Dibalik Tawa  cover
A R S E A N A cover
Why Should I ? cover
MALAIKAT BERKAKI SATU (END) cover
Memeluk Fajar [Terbit] cover
transmigrasi: Altharka (END) cover
This Is Not My House  cover
Adek Abang || END cover
Derena cover
ETᕼEᖇEᗩᒪ ✔ cover

Dibalik Tawa

16 delen Compleet

Bismillah semoga cerita ku bisa menghibur kalian ya teman-teman. Dan sebelum baca follow dulu ya biar nggak ketinggalan update terbaru dari aku Pertemuan ku ditaman itu membuat teringat akan apa yang pernah ia perbuat pada ku dan ibu ku menjadi kan goresan luka dihati ku akan kata kata yang mereka ucapkan tapi tetap ada rasa terima kasih ku atas apa yang mereka berikan pada ku saat itu. "Pergi kalian dari rumah ku tidak usah kalian injak kan kaki kalian lagi disini kalian sudah tak dianggap lagi"ujar nya pada ku dan ibuku membuat air mata lolos dari pelupuk mata nya membuat hati ku sakit tapi kenapa rasa nya lidah ini kelu untuk menjawab apa yang dikatakan nya Padahal selama ini aku dan ibu ku selalu ada dipihaknya kenapa itu yang ia katakan pada kami Segitu rendah kah harga diri kami bisa dia lakukan seenak nya Kembali..... "Aku takut jika harus mendengar nama itu dan tempat itu lagi membuat ku punya rasa dendam jika harus mendengar nya lagi bahkan bertemu orang orang seperti itu aku sudah tak sanggup lagi mas"ujar ku menangis dalam pelukan hingga baju nya basah karena berapa banyak air mata yang ku keluar kan. "Menangis lah sebanyak kamu mau dek,mas akan disini bersama mu agar kamu tidak takut lagi "ujar nya masih memeluk ku