LDR
  • WpView
    Reads 3,300
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Fri, Mar 25, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
12-Februari-2016.Tepat pada waktu itu aku memulai cinta pertamaku.Dia mencintai diriku dan dia adalah seorang OTAKU.Hari berganti hari kami menjalin hubungan kami dengan tulus.Meskipun kami LDR.Hanya jarak yang memisahkan kami.Berminggu-minggu kami berpacaran,aku merasakan ada yang aneh dengan hubunganku.Ternyata setelah kuselidiki ada seorang PHO,tetapi aku tetap sabar dan diam untuk semua hal itu karena menurutku hal itu tidak terlalu penting ulasku.Dan tidak lama dari situ dezz tidak memberi kabar kepadaku,aku pun merasa kesepian.Tetapi aku senang akhirnya aku menemukan teman curhat yang paling membuatku teguh dan bersabar atas hubunganku ini.Lavi selalu menemaniku,dan selalu mau mendengarkan curahan hatiku,hingga akhirnya aku menganggap lavi menjadi sahabatku.Hingga aku merasakan sakit hati aku chat lavi lewat FB aku mencurahkan seluruh hatiku,dan menceritakan hubunganku bersama dezz.Aku menceritakan kalau dezz melupakan hari jadianku,aku menangis disaat aku curhat kepada lavi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Happier Than Ever [COMPLETED]
  • Bahagia itu Sederhana
  • Tell The World I Love U
  • Eysha Love Story'
  • psychologycal
  • serpihan hati
  • I'm Still Loving You
  • My Perfect BoyFriend
  • Cinta KenRi

Dia yang kupercayai sebagai pemilik hati ini seutuhnya. Namun dia juga yang menghancurkanku hingga menjadi butiran debu. Melupakan memang takkan pernah mudah. Merelakan yang pernah ada, menjadi tidak ada adalah kerumitan yang belum tentu dia tahu rasanya. Aku masih bertanya-tanya dalam hati, mengapa semua harus berakhir sesakit ini? Dan apa tujuannya selama ini? Bukankah kita berjanji untuk saling menyembuhkan? Tapi tenang saja, aku telah berjanji pada diriku. Aku akan menyembuhkan lukaku sendiri, tanpa bantuan orang lain. -Qaeera Atthifa Hani Aku tak mengerti, mengapa aku yang tak mudah tergoda ini malah begitu saja terjebak dalam perhatian dan tindakannya yang berbeda dari yang lain. Dia yang mencuri hatiku sejak pertama kali aku melihatnya. Bahkan saat aku sama sekali belum mengetahui namanya. Rasa ini telah singgah di hatiku selama sewindu. Entahlah ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama atau hanya rasa penasaranku terhadap dirinya yang tak pernah bisa kumiliki. -Parama Randy Wardhana

More details
WpActionLinkContent Guidelines