Berfikir Lebih Baik

Berfikir Lebih Baik

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 23, 2016
Pada hari ini aku mengalami hal yang serupa,namun fikiran ku yang berbeda untuk kali ini. Pada kejadianku yang pertama aku menangis hingga terseguk-seguk dikarenakan? Yap dikarenakan aku benci terhadap mamaku! Dia selalu sibuk mencari materi sedangkan aku teracuhkan begitu saja. Disini aku merasa kesepian, tidak ada satupun yang mempedulikanku. Aku hanya bertemu dengan nya di malam hari, itupun jika dia datang ke kamarku. Sedangkan aku hanya melihat handphone ku dan menunggu dia masuk ke kamarku untuk bercerita atau apapun yang biasa ibu dan anak lakukan. Namun pada kenyataannya, itu tidak seperti yang dibayangkan, dia hanya melihatku dan menanyakan kabarku, so aku hanya menjawab dengan wajah yang datar sembari mencium tangannya. Dan aku kembali ke tempat tidurku. Saat itu aku berfikir "kasian sekali aku, aku ini anak yang kuper tidak seperti teman-teman ku, mereka selalu bercerita bercanda dengan mamanya, sedangkan aku? Heuh dibayangkan saja sudah tidak mungkin!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mama! [✔️]
  • DI DUAKAN KEMUDIAN AKU DI DEWIKAN
  • Yang Terlupakan
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Married By Accident
  • What If
  • Sisi Gelap Mantan Pacar-ku [TAMAT🌻]
  • Home (Completed) (Repost)
  • My Duchess / End

|| Kebebasan memang sangat menggiurkan, namun siapa sangka kebebasan itu justru jadi malapetaka bagi gadis yang akan menginjak usia lima belas tahun. Sebuah bencana yang membuat hatinya terguncang, penolakan yang ia lakukan terasa sia-sia. Hadirnya bayi kecil yang tak bersalah dari dalam rahimnya semakin membuat dirinya merasa hancur!. "Jangan pangil gue Mama!!! Gue bukan Mama Lo anjir!!!" "Anak sialan!!!" || Tak diinginkan oleh ibu adalah kehancuran bagi para anak-anak, sejak kecil dirinya terus berusaha untuk mendekati seorang ibu yang ia miliki, makian bahkan pukulan pernah dirinya dapatkan dari kedua tangan yang seharusnya mengelus surainya dengan lembut. Namun begitu, dirinya tak bisa sedikitpun melihat ibunya tersakiti! "a-ara s-sayang mama" "ma, jangan gini nanti sakit"

More details
WpActionLinkContent Guidelines