We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dear, Rose

Dear, Rose

  • WpView
    Reads 865
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 30, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Beginikah akhirnya? Terjatuh dari pangku penulis. Penaku terjatuh saat itu juga, terkaku seluruh tubuhku, membeku diantara dinginnya kenyataan hidupku. Berat. Begitu berat bagi ku tuk menuliskan ini, seakan penaku adalah sebuah beban. Kisah hidupku, kan terpapar dihadapan mu, kusiapkan jiwa ku mendengarmu membacanya. Aku sudah siap. Namun satu tanyaku pada mu. Siapkah engkau mendengar ceritaku? Setangkai mawar yg tergoda tuk meluluh herubah menjadi sebuah garis-garis huruf. Tersirat seluruh isi batin ku. Dear, Rose... 2016
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • About LOL (Losing Out Love)
  • "So She Would Live" (The End)✓✓
  • [END] Blind Rainbow
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Semu [Completed]
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Amor Almira
  • Sacrifice ( Lengkap  )
  • IF YOU
  • Last Wish

Ini kisahku... kau tahu? Cerita klasik dimana seorang gadis mencintai secara diam-diam, hingga akhirnya harus melupakan pun secara diam-diam. Tapi, mungkin kisah ini tidak sepenuhnya berakhir seperti itu. Ya, walaupun akhir seperti itu yang aku inginkan, mungkin akan jauh lebih baik bagiku. Ummm... mungkin Tuhan tidak tega membiarkanku terluka sendiri, atau mungkin seperti kata orang, 'Tuhan tahu segalanya dan hanya Dia yang berhak mengatur segalanya'. Baiklah... aku ralat. Aku tidak mau membuat tokoh utama pria di sini terlihat jahat karena membiarkanku bertahun-tahun bertahan dalam kisah 'gelar tak berbalas'. Mungkin, akulah si 'penjahat' di sini. Entahlah... dalam kisah cinta, kita tidak selalu bisa menentukan siapa yang menyakiti dan siapa yang tersakiti. Semuanya sama. Pada akhirnya, akan ada satu titik dimana cinta membuat kita egois. Mungkin ini klise, tapi bagiku makna 'cinta tak harus memiliki' merupakan makna tertinggi dari cinta itu sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines