True Happiness

True Happiness

  • WpView
    Reads 755
  • WpVote
    Votes 138
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 21, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
'Tidakkan terjadi! Tidak!' Tapi hal itu akan terjadi bagaimanapun caranya. Hanah tidak akan pernah bisa melakukan apa-apa untuk hal itu. Orang yang sudah Hanah lupakan itu akan datang dan mengubah nasib hidupnya. WHATT??!!! Dia terjebak! Bagaimana bisa? Tapi hal itu terjadi tanpa Hanah sadari. Dia amnesia mendadak. Hanah akan mengetahuinya saat dia teringat suatu saat nanti. Yang akan membantu lembaran hidup barunya itu hanyalah separuh jiwanya yang telah datang. Kisah ini menceritakan tentang bagaimana mendapatkan kebahagiaan sejati yang memerlukan banyak perjuangan sungguh-sungguh, proses yang sangat lama, hingga harus ada menjadi korban fisik maupun korban perasaan. Akhirnya mereka menemukan kebahagiaan yang sempurna nan abadi.
All Rights Reserved
#744
flashback
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Cerita yang Tak Selesai ✨💔🌙 || TAMAT
  • Back to the time  || Jeno Jaemin [END]
  • LOVE SOMEDAY [ Terbit ]
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]
  • 74/366
  • GISTARA (TERBIT)
  • PLuto (Kembali)

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines