a p p l e
  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 6, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Jarak selalu saja menjadi faktor utama terciptanya sebuah pertemuan. Seperti aku dan Naruse; berawal dari tempat duduk saat ujian semester, yang kemudian berbuntut pada kedekatan kami sampai saat ini. Awalnya, kupikir aku hanyalah gadis kelewat beruntung bisa berkenalan dengan laki-laki populer seangkatan itu. Namun ternyata, garis cerita ini belum berakhir. Aku terlalu lengah, yang kemudian menyisakan sesaknya kepergian seseorang yang semakin lama, semakin memudarkan warna benang merah yang melilit di tanganku, dan di tangannya [[ ini cerita model manga shoujo yang sebenernya bukan style saya sekali. dan ini ditulis pas masih smp, dan dulu yang bisa baca cuma temen-temen deket di kelas hehehe dan akhirnya saya memutuskan untuk mempublikasikannya, itung-itung banyak banyakin list work #GA ]] [[ btw ini aku ngga edit samsek dari naskah asli pas kutulis dulu karna mager edit edit dan udah gapaham lagi sama ceritanya hahahah #lo ]] [[ n.b : pikir sendiri aja apa hubungannya judul dan isi ceritanya LOLOLOLOLOL]]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heaven's Chosen Couple (Naruto x Sakura)
  • ONLY YOU(只有你)
  • MengHarem
  • Sailing With You [END]
  • AKHIR (tak) BAHAGIA
  • My Panda
  • Bobrok no kisedai→[C]
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • <<I'm a boy but they say It's a girl?!>> ||brutal Hero||marvel uke||all X Marvel
  • Jangan Pergi, Ayi

Sejak kecil, aku tak punya siapa-siapa. Tidak tahu rasanya dipeluk ibu, atau ditepuk bahu oleh ayah. Tapi... ada satu hal yang selalu membuatku terus berjalan: cinta pertama-yang bahkan tak kusadari saat itu adalah dirimu. Dulu, aku sering melihat bayangan seorang anak perempuan kecil berlari di lorong akademi. Rambutnya merah muda, langkahnya cepat, dan aku selalu diam-diam tersenyum saat ia lewat. Waktu itu aku tak tahu siapa dia. Tapi setiap kali bayangan itu muncul, hatiku tenang. Bertahun-tahun berlalu. Kami tumbuh dalam kisah yang berbeda-kau mengejar seseorang yang bukan aku, dan aku mengejar pengakuan dari dunia. Sampai perang datang, dan hidup mengubah segalanya. Lalu, hari itu datang. Hari di mana namamu disandingkan dengan namaku-bukan dalam pertempuran, tapi dalam sebuah ikatan yang disebut pernikahan. Sebuah keputusan yang tak pernah kita rancang, tapi harus kita jalani. Kau yang dulu adalah cahaya di ujung lorong. Kini berdiri di dapur kecil, memasak untukku dengan tanganmu yang dulu menyembuhkan luka banyak orang. Tapi kau sendiri menyembunyikan luka yang lebih dalam dari siapa pun. Dan aku... hanya ingin bisa menjadi rumah untukmu. Ini bukan kisah cinta yang mudah. Kau kehilangan terlalu banyak, dan aku... hanya seseorang yang mencoba cukup. Tapi jika kau mengizinkan... aku ingin menjadi tempatmu pulang. ** Masashi Kishimoto © Naruto x Sakura

More details
WpActionLinkContent Guidelines